


Bangli, Bali Terkini – Peran kader Posyandu di Kabupaten Bangli kini semakin luas. Tak hanya berkutat pada pelayanan kesehatan, kader juga dibekali pemahaman untuk mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pembekalan tersebut dilakukan melalui aksi sosial Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali bertajuk “Membina dan Berbagi” Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, dan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengatakan Bangli memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan. Sosialisasi mengenai transformasi Posyandu juga telah dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Transformasi tersebut memperluas cakupan Posyandu ke enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), dan sosial.
Baca Lainnya : Jalan Desa Masih Gelap, Dewan Bangli Pertanyakan Nasib Dana PJU Rp 15 Miliar
Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, menegaskan perluasan peran tersebut bukan berarti kader harus menangani seluruh pekerjaan teknis dari enam bidang pelayanan. Kader lebih diarahkan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah desa atau kelurahan. Mereka bertugas menemukan dan menyampaikan berbagai kebutuhan warga yang dijumpai di lapangan.
Tugas kader di luar bidang kesehatan meliputi tiga tahapan, yakni mendata dan menghimpun aspirasi masyarakat saat Posyandu berlangsung, melakukan kunjungan rumah untuk memastikan kondisi warga, serta melaporkan hasilnya kepada kepala desa atau lurah untuk ditindaklanjuti. “Kader tidak perlu merasa bingung atau dibebani. Kader tidak bertugas eksekusi teknis,” jelas Anom.
Untuk memperkuat kemampuan kader dalam menjalankan tugas tersebut, TP Posyandu Provinsi Bali juga menyiapkan program Bina Posyandu. Para kader akan mendapatkan pembinaan secara intensif selama tiga hari.

Baca Lainnya : Hibah Belasan Miliar Tak Kunjung Cair, Komisi II DPRD Bangli Desak Disparbud Buka-Bukaan
Selain pembinaan, aksi sosial “Membina dan Berbagi” juga menjadi bentuk apresiasi Pemprov Bali terhadap pengabdian para kader. Sebanyak 104 kader menerima bantuan secara simbolis, terdiri dari 50 kader Posyandu di Desa Abuan dan 54 kader di Kelurahan Bebalang. Masing-masing kader mendapatkan 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menekankan pentingnya mempertahankan semangat kerelawanan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di desa. Selain menjalankan tugas pelayanan, kader juga didorong ikut menghidupkan kembali budaya gotong royong serta menjaga kebersihan lingkungan.
Khusus di Bangli, Putri Koster mengajak kader turut memperindah telajakan rumah warga dengan menanam Bunga Pucuk Bang sebagai maskot daerah. “Kader Posyandu adalah ujung tombak. Mari kita bangkitkan kembali semangat gotong royong,” pesannya.
Melalui kegiatan “Membina dan Berbagi”, para kader diharapkan semakin memahami tugas barunya. Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi salah satu pintu awal untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di berbagai bidang dan meneruskannya kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti. (***)
