160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6, dari Camping, Touring hingga Berbagi

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tabanan, Bali Terkini – Deretan mobil Volkswagen (VW) dengan beragam model memenuhi ruas jalan pedesaan di Kabupaten Tabanan, Bali. Sebanyak 100 mobil VW yang tergabung dalam Volkswagen Indonesia Association (VIA) mengikuti rangkaian Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6, kegiatan komunitas Volkswagen yang mempertemukan para pencinta Volkswagen dari berbagai daerah di Indonesia di Bali pada 28–29 Agustus 2026.

Advertisement

Bukan sekadar konvoi kendaraan, perjalanan ini menjadi cara bagi para anggota komunitas untuk menikmati Bali dari sisi yang berbeda. Sebelum touring para peserta dari luar Bali memilih camping dengan campervan VW mereka di Ciputra Beach Resort, Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan.

Baca lainnya Instruksi Korve Prabowo, Ciputra Beach Resort Bareng Seven Clean Seas Gelar Bali Beach Clean Up

Ketua Volkswagen Indonesia Association (VIA) Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna menyebut acara Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6 manjadi satu rangkaian dengan Hari Ulang Tahun ke-33 Volkswagen Indonesia Association. Dengan misi Fun, Unity, Harmoni diharapkan penggemar mobil tua ini selalu harmonis, tidak hanya sesama anggota tetapi juga dengan masyarakat.

“Kita ingin fun, tapi kita unite, kita harmonis. Itu yang diharapkan sehingga kita punya kebahagiaan. Jadi walaupun jauh, capek itu kebahagiaan. Ada yang bilang VW tua-tua itu mogokan, tapi mogok gitu kebahagiaan,” ujarnya saat memberikan sambutan sebelum pelepasan peserta touring, Sabtu (29/8).

General Manager of Ciputra Group, William Ciputra mengapresiasi atas dipilihnya Ciputra Beach Resort Tabanan sebagai titik kumpul acara Volkswagen Lost in Paradise Bali tahun ini. Melalui keterlibatannya dalam Volkswagen Lost in Paradise #6, Ciputra Beach Resort membuka ruang bagi komunitas dan berbagai kegiatan untuk menikmati kawasan sekaligus mengenal lebih dekat potensi KabupatenTabanan sebagai destinasi yang kaya dengan psnorama alam, budaya, dan pengalaman.

“Saya merasa ini momen yang kita harus hargai. Karena kita mulai jarang melihat mobil VW di jalanan kalau tidak ada acara-acara seperti ini. Saya sendiri sudah jarang mendengar suara mesin mobilnya gitu,” kata William disambut tepuk tangan peserta touring.

Baca lainnya 2.000 Pelari Siap Ramaikan Bali Tourism Run 2026 di Jatiluwih, Rayakan Road To 100 Years Bali Tourism

Advertisement

Selain touring, lanjut dia, acara ini istimewa karena bukan hanya peluang untuk berkeliling Bali dengan mobil yang sangat klasik. Tapi juga sebagai ajang berbagi dari komunitas. Di mana ada 150 peserta dengan 100 mobil, touring dan memberikan 100 sembako kepada masyarakat Tabanan, yang terdiri dari warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang membutuhkan.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan, I Gede Susila yang datang mewakili Bupati Tabanan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan telah mendeklarasikan diri sebagai titik kumpul untuk berbagai acara di Bali. Dia juga menyambut positif kegiatan komunitas VW yang memilih daerah Tabanan sebagai tempat kegiatan.

Susila menilai dengan kegiatan ini, otomatis akan berdampak pada perputaran ekonomi UMKM sektor pariwisata. Sehingga penempatan Tabanan sebagai titik kumpul ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Titik kumpul ini berdampak kepada UMKM. Jadi masyarakat Tabanan ini adalah masyarakat UMKM, masyarakat pelaku usaha kecil menengah ini yang kita hidupkan. Walaupun dari sisi PAD-nya masih kecil, tetapi kalau masyarakatnya bahagia, itulah yang dikehendaki Pak Bupati,” terang Susila.

Kedepan, Pemkab Tabanan berencana terus menambah spot-spot baru yang bisa menjadi tujuan wisatawan maupun komunitas untuk berkegiatan. Sebagai daerah pertanian dan lumbung padi Bali, RTRW Tabanan sudah ada zona-zona untuk dipergunakan basis pariwisata, untuk kepentingan pertanian, dan kepentingan yang lainnya.

“Jadi kita sudah bentengi dengan itu (RTRW). Investasi-investasi yang masuk ya untuk membangun di Tabanan ada zona-zona yang ditentukan sehingga kita masih tetap bisa mempertahankan alam kita sebagai daerah pertanian,” tandanya.

 

 

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT