160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Badung First Car Free Day Digelar Di Kerobokan, Bupati : Menjadi Ruang Alternatif Warga Perkotaan

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Badung, Bali Terkini – Pemerintah Kabupaten Badung mulai mendorong penataan ruang publik di kawasan padat penduduk melalui program Badung First Car Free Day (CFD). Uji coba perdana digelar di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (30/8).

Advertisement

Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WITA tersebut menutup sementara akses kendaraan bermotor di ruas jalan sepanjang kurang dari satu kilometer. Warga memanfaatkan ruang jalan untuk berolahraga dan beraktivitas bersama.

Baca lainnya Badung Modernisasi Pertanian, Targetkan Produksi Padi 12 Ton Per Hektare

Bukan sekadar CFD, kegiatan ini juga diisi dengan aksi penghijauan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung menanam 200 bibit pohon di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang meninjau langsung pelaksanaan CFD bersama Ketua TP PKK Badung, Rasniathi Adi Arnawa, mengapresiasi inisiatif Desa Adat Kerobokan tersebut. Menurutnya, CFD dapat menjadi ruang alternatif bagi masyarakat di kawasan perkotaan untuk berolahraga sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat. Di sisi lain, kegiatan tersebut membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk berjualan di sekitar kawasan CFD.

“Di kawasan padat Kerobokan sangat susah untuk mencari ruang terbuka hijau yang representatif. Melalui kegiatan pagi ini, saya melihat sebuah langkah positif dan masyarakat sangat menerima dengan antusias,” ujar Adi Arnawa.

Baca lainnya Badung Deklarasi Merdeka Tanpa Narkoba, Kukuhkan Duta Bersinar Kuta Utara, Pelajar diajak Berani Tolak Narkoba

Bupati menegaskan, pelaksanaan CFD tersebut masih dalam tahap uji coba. Pemkab Badung akan melakukan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan sekaligus mengembangkan penataan koridor Jalan Teuku Umar Barat hingga menuju perempatan Petitenget.

Advertisement

Penataan tersebut, kata Adi Arnawa, tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan ruang publik, tetapi juga mengurangi potensi kemacetan serta menciptakan koridor jalan yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

“Saya sudah menghubungi Kepala Dinas PUPR Badung untuk segera merancang penambahan pedestrian atau fasilitas trotoar yang lebih luas. Kasat Pol PP juga saya instruksikan melakukan penertiban bangunan-bangunan kumuh, sementara DLHK melakukan beautifikasi untuk memperindah estetika kawasan,” katanya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kerobokan Anak Agung Ngurah Putra Suryaninggrat mengatakan Badung First CFD merupakan inisiatif prajuru desa adat bersama yowana Desa Adat Kerobokan. Ia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan ruang publik, tetapi juga menjadi implementasi nilai Tri Hita Karana, khususnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan atau Palemahan.

Baca lainnya Puncak Yadnya Massal Desa Adat Kwanji, Pemkab Badung Salurkan Hibah Rp700 Juta

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Badung yang telah menata dan memperindah kawasan jalan ini. Dulu jalan ini masih sangat sempit dan fasilitas pedestrian belum seperti sekarang. Sekarang jalan lebih rapi dan trotoarnya lebih lebar,” ujarnya.

Selain aktivitas olahraga dan UMKM, pelaksanaan CFD perdana ini turut melibatkan unsur pemerintah daerah, desa adat, komunitas masyarakat serta berbagai organisasi di wilayah Kerobokan. Puskesmas I Kuta Utara juga turut membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, sejumlah kepala OPD Pemkab Badung, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa, unsur Tripika, para lurah di wilayah Kerobokan, kepala lingkungan, prajuru Desa Adat Kerobokan, serta komunitas masyarakat.

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT