


Bangli, Bali Terkini – Nasib tragis menimpa I Wayan Asung, 70 tahun, warga Desa Subaya, Kecamatan Kintamani, Bangli. Berniat mencari kayu bakar, korban justru terjatuh ke jurang dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026). Korban keluar rumah sekitar pukul 09.00 WITA untuk mencari kayu bakar. Namun hingga pukul 18.00 WITA, korban tak kunjung pulang.
Baca Lainnya : Bupati Bangli Tegaskan Program TMMD Lebih Hemat Anggaran, Jalan Rabat Beton Sepanjang 1,7 Km Dibangun
Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian ke lokasi yang biasa didatangi korban. Sekitar pukul 21.30 WITA, warga menemukan sandal korban di sekitar jurang sisi barat jalan menuju Subak Tupade, Desa Subaya. Kemudian, pencarian dilanjutkan ke arah jurang. Korban akhirnya ditemukan tersangkut di pangkal pohon juwet dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026) membenarkan adanya laporan lansia meninggal dunia didasar jurang. Tindak lanjut dari itu, Polsek Kintamani telah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi serta berkoordinasi dengan petugas identifikasi Polres Bangli untuk penanganan lebih lanjut.
Kata dia, berdasarkan hasil olah TKP, jurang tersebut memiliki kedalaman sekitar 100 meter. Korban diduga terpeleset hingga jatuh ke jurang dengan jarak sekitar 30 meter dari titik awal hingga lokasi korban ditemukan. “Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi bersama warga menuju rumah duka,” ungkap Gumiliarta.
Baca Lainnya : Antisipasi Kerugian Akibat Semburan Belerang, Anggota DPRD Bangli Sarankan Budidaya Ikan Danau Batur Cukup Sekali Setahun
Sementara hasil pemeriksaan medis Puskesmas Kintamani II menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk luka robek sekitar 20 sentimeter pada bagian depan kepala serta sejumlah luka memar dan lecet. “Kuat dugaan korban terpeleset saat mencari kayu bakar hingga terjatuh ke jurang,” jelasnya. Lanjutnya, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan ototopsi. (***)

