


Ubud, Bali Terkini – Syrco BASÈ memperkenalkan evolusi terbaru tasting menu di KU Culinary Atelier, Syrco BASÈ Restaurant, dan Syrco BASÈ Bar di Ubud, Bali. Menu baru ini semakin menonjolkan bahan lokal, produsen independen, serta kekayaan cita rasa Nusantara.

Evolusi menu terbaru tersebut tetap berpegang pada tiga prinsip utama, yakni Traceability, Nature, dan Transparency. Konsep ini diwujudkan dengan memperkuat hubungan antara dapur, petani, nelayan, artisan, hingga bahan yang disajikan kepada tamu.
Chef Syrco Bakker mengatakan, perkembangan menu merupakan bagian dari perjalanan tim dalam memahami bahan lokal dan orang-orang yang berada di balik proses produksinya.
“Ketika pertama kali buka, kami masih mencari cara untuk mengekspresikan Indonesia melalui makanan. Kini, kami memahami bahan-bahan yang kami gunakan dan orang-orang di baliknya dengan jauh lebih baik. Pemahaman tersebut mengubah cara kami memasak,” ujar Syrco.
Di KU Culinary Atelier, pengalaman bersantap disajikan dalam 11 hidangan atau “moment”. Dengan konsep dapur terbuka dan hanya 12 kursi, tamu dapat menyaksikan langsung proses pengolahan makanan sekaligus berinteraksi dengan chef.
Baca lainnya Kolaborasi Seasalt Seminyak dan WAATU Hadirkan Perpaduan Craftsmanship dan Coastal Elegance
Salah satu sajian yang menjadi perhatian adalah Catch of Oka, menggunakan ikan tangkapan nelayan asal Jimbaran, Oka. Setiap pagi, Oka mengirimkan foto hasil tangkapannya sehingga tim dapur memilih ikan berdasarkan hasil tangkapan hari itu. Konsep tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip traceability yang diusung Syrco BASÈ.

Selain ikan lokal, menu KU juga mengeksplorasi bahan seperti udang, hamachi, jambu air, seledri, tomat, kopi Kintamani, serta berbagai herba dari kebun Syrco BASÈ. Hidangan penutup memadukan cita rasa klepon dan rujak dengan praline sambal matah.
Sementara itu, Syrco BASÈ Restaurant menghadirkan penyempurnaan pada tasting menu sebelumnya. Perubahan dilakukan terutama pada teknik, persiapan, dan penyajian, dengan tetap menempatkan bahan utama sebagai pusat perhatian.
Baca lainnya Mengintip Kuliner Mewah di Atas Sungai Berbisik di Ubud Bali
Sejumlah hidangan yang disajikan antara lain Oka’s Catch dengan alga dan mentimun, oyster dari Lombok dengan fennel dan calamansi, hamachi dengan sayuran akar dan jambu air, crayfish Nusa Dua, farm chicken dengan bumbu hitam, hingga spiny lobster Jimbaran dengan labu Jepang.
Syrco BASÈ juga semakin mengandalkan hasil kebun sendiri. Kelapa, bunga, herba, dan buah dipanen langsung dari area kebun yang berada di properti tersebut.
“Tujuannya bertujuan memperkuat hubungan antara bahan yang disajikan dengan asal-usulnya. Sehingga setiap hidangan dapat berbicara dengan sendirinya, mengekspresikan kualitas bahan sekaligus filosofi yang ada di baliknya,” tegasnya.
Selain restoran, Syrco BASÈ Bar turut memperbarui menunya dengan mengangkat cita rasa Indonesia. Beberapa sajian yang ditawarkan antara lain beef steak tartare dengan focaccia dan saus rendang, serta taro rosti dengan ayam betutu dan kecombrang.
Dibuka sejak Januari 2024, Syrco BASÈ yang merupakan destinasi kuliner inovatif ini didirikan Chef Syrco Bakker, peraih dua bintang Michelin dan pernah memimpin restoran Pure C di Belanda.
Sejak dibuka, Syrco BASÈ telah mendapat sejumlah penghargaan dan pengakuan, termasuk masuk daftar 20 restoran terbaik di Bali versi Traveller, meraih Gold Distinction pada PRESTIGE Gourmet Awards Indonesia selama dua tahun berturut-turut, serta masuk daftar “20 Best Restaurants 2026” versi Tatler Dining Indonesia.
