



Bangli, Bali Terkini – Dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Bangli dalam rentang waktu berdekatan, Kamis (3/9/2026) malam. Api berkobar di dua lokasi berbeda, yakni sebuah warung sembako di Desa Pengotan dan bangunan dapur di LC Uma Aya, Kelurahan Kawan, Bangli.
Kebakaran di Desa Pengotan menjadi yang paling parah. Warung sembako milik I Ketut Marayasa (34) di Jalan Nusantara, Br. Dinas Dajanumah, Desa Pengotan, ludes dilalap api sekitar pukul 19.00 WITA. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh isi warung. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, korban diperkirakan mengalami kerugian material mencapai Rp30 juta.
Baca Lainnya : Amor Ing Acintya!!! Malam-Malam Cari Ayah, Anak Justru Temukan Jasadnya Tergeletak di Tegalan Kubu, Bangli
Mendapat laporan kejadian, Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra, S.I.K., M.M., bersama jajaran Pejabat Utama Polres Bangli langsung turun ke lokasi. Kapolres mengecek kondisi warung sekaligus menemui korban. “Kami hadir untuk memastikan semuanya tertangani dengan baik. Mohon bersabar, saat ini kasusnya sudah kami serahkan ke Sat Reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKBP Anggun.
Kebakaran pertama kali diketahui I Wayan Parma (58). Saat keluar dari gudang untuk menyalakan lampu, ia melihat api kecil di warung korban. “Saya kira Pak Ketut lagi bakar sampah. Tapi kok apinya makin besar. Saya langsung teriak memanggil dan lari kasih tahu ke rumahnya,” ungkap Parma.
Warga bersama perangkat desa kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sekitar 20 menit berselang, dua unit mobil Damkar Kabupaten Bangli tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA. Setelah itu, Unit Identifikasi Polres Bangli melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting instalasi listrik. Kabel yang hangus terbakar diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Ni Wayan Sami (51).

Dapur Kos Terbakar
Sementara itu, beberapa waktu sebelum kebakaran warung terjadi, api juga membakar bangunan dapur di Jalan Tirta Empul, LC Uma Aya, Kelurahan Kawan, Bangli. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WITA dan menimpa dapur milik I Wayan Suartika (48). Peristiwa bermula ketika Ni Made Ridiasih (42) sedang memanaskan air untuk mandi.
Ridiasih kemudian meninggalkan dapur sementara untuk membersihkan rumah. Sekitar pukul 18.45 WITA, saat kembali ke dapur, ia mendapati api sudah membesar. Saksi langsung memanggil korban. I Wayan Suartika bersama anak-anak kos yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya memadamkan api menggunakan air. Sekitar 15 menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp3 juta.
Baca Lainnya : Dinsos Bangli Bongkar Kejanggalan Data Desil: Lansia Dicatat PNS, Warga Miskin Punya Mobil
Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta mengatakan, kebakaran tersebut diduga terjadi akibat kelalaian saat memanaskan air. Api kemudian menyambar kayu bakar yang berada di sekitar sumber api. “Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga akibat kelalaian saat memanaskan air sehingga api menyambar kayu bakar di sekitarnya,” jelas Gumiliarta.
Polisi mengamankan satu buah panci tempat memanaskan air dan satu kayu bakar sebagai barang bukti. Dua kebakaran dalam satu malam tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak lengah terhadap sumber api maupun instalasi listrik. Warga diimbau memastikan peralatan listrik, kompor, tungku, serta sumber panas lainnya dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. “Untuk kebakaran warung sembako di Pengotan, Sat Reskrim Polres Bangli masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran,” pungkasnya. (***)
