


Bangli, Bali Terkini – Suasana duka menyelimuti keluarga Ir. I Nengah Sadar Mahaputra (62), warga Lingkungan/Br. Kubu, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli. Sang ayah yang sebelumnya dicari karena tak kunjung pulang justru ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah tegalan, Minggu (30/8/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WITA di tanah/tegalan milik I Wayan Pujawan, Lingkungan Kubu Dalem, Kelurahan Kubu.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta saat dikonfirmasi Senin (31/8/2026) membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pencarian korban bermula ketika istri korban, Ni Made Parwati (58), merasa khawatir karena suaminya belum juga pulang.
Baca Lainnya : Gunung Batur Kembali Terbakar, 2 Hektar Lebih Hutan Ludes Dilalap Api
Istri korban kemudian menghubungi anaknya, Gede Leo Renadi Parwita (16). Sang anak selanjutnya mengajak De Rossi Rudiarka Putra (21) untuk bersama-sama mencari keberadaan korban. Dalam pencarian tersebut, keduanya menemukan sepeda motor korban terparkir di Jalan Gulinggang, Lingkungan Kubu Dalem. Lokasi sepeda motor tersebut berada tidak jauh dari tegalan.
“Keduanya kemudian melanjutkan pencarian ke tanah atau tegalan milik I Wayan Pujawan. Di sana korban ditemukan dalam keadaan terbaring dan sudah meninggal dunia,” kata Gumiliarta. Lanjut dia, di sekitar korban ditemukan sebuah sabit dan satu tandan pisang. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga dan diteruskan ke Polsek Bangli.
Mendapat laporan, personel piket fungsi dan Unit Opsnal Polsek Bangli bersama personel Polres Bangli langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Bangli tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban ditemukan mengenakan celana training hitam, jaket kuning dan helm.
Baca Lainnya : Bangli Kekurangan Ribuan Guru, Dewan Minta Pusat Ambil Alih Pembiayaan
Petugas hanya menemukan luka gores berukuran sekitar 1×1 sentimeter pada bagian bawah lutut kaki kiri. Selain itu, terdapat lebam mayat pada area kepala dan punggung belakang serta kaku mayat. Hasil pemeriksaan medis oleh dr. Ni Putu Chintya Dewi, S.Ked, juga menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan. Korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tiga jam.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat serangan penyakit stroke,” jelas Gumiliarta. Sekitar pukul 20.55 WITA, jenazah korban dievakuasi ke rumah duka untuk menjalani pemeriksaan luar oleh tim medis.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk selanjutnya dimakamkan. Polisi telah melakukan olah TKP, memasang garis polisi, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis terkait kejadian tersebut. (***)
