160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Hobi Berburu Berujung Maut, Warga Bangli Tewas Diduga Tertembak Senapan Angin Sendiri

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP warga yang diduga tertembak saat berburu di kawasan jurang di wilayah Banjar Sidaparna, Desa Yangapi, Tembuku, Bangli
Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Bangli, Bali Terkini – Hobi berburu luwak berujung petaka. I Ketut Puja Antara (41), warga Dusun/Banjar Dinas Bangkiangsidem, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli, tewas setelah mengalami luka parah di bagian kepala saat berburu bersama lima rekannya.

Advertisement

Puja sempat menjalani perawatan di BMC Bangli sebelum dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Namun, setelah menjalani perawatan intensif, bapak dua anak tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (4/9) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolsek Tembuku AKP I Putu Dadi, didampingi Kanit Reskrim Polsek Tembuku Ipda I Nengah Kariawan, mengatakan korban meninggal dunia saat masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Meninggalnya dalam perawatan di RS Sanglah. Sementara ini mayatnya masih di rumah sakit. Informasi dari pihak keluarga baru diupacarai Senin, 7 September, Makingsan di Geni,” kata AKP I Putu Dadi saat dikonfirmasi Sabtu (5/9/2026).

Baca Lajnnya : Bukan Sekadar Upacara, Tumpek Uye Jadi Momentum Bangli Jaga Alam dan Satwa

Peristiwa nahas tersebut terjadi di kawasan jurang wilayah Banjar Sidaparna, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Rabu (2/9) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, korban bersama lima rekannya pergi berburu luwak atau musang pada malam hari. Masing-masing membawa senapan angin.

Setibanya di lokasi, rombongan tersebut kemudian terbagi menjadi dua kelompok dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Tak lama berselang, para rekan korban mendengar suara seperti benda terperosok disusul suara letusan.

Salah satu rekan korban sempat mengira suara tersebut berasal dari hasil buruan. Namun setelah dilakukan pengecekan, Puja justru ditemukan terkapar di tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Senter yang sebelumnya terpasang di kepalanya juga telah terlepas. “Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka pada bagian kepala,” beber Ipda I Nengah Kariawan.

Baca Lainnya ; Dinsos Bangli Bongkar Kejanggalan Data Desil: Lansia Dicatat PNS, Warga Miskin Punya Mobil

Advertisement

Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke BMC Bangli. Karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala, korban selanjutnya dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) bahkan dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada malam saat kejadian dan kembali dilakukan pada siang hari.

Dari pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi belum menemukan indikasi korban terkena tembakan dari rekan-rekannya. Penyelidikan sementara justru mengarah pada dugaan kecelakaan akibat senapan angin milik korban sendiri. “Dari hasil interogasi satu-satu, tidak ada indikasi kena teman. Sementara mengarah ke out of control atau kecelakaan sendiri,” jelasnya.

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan senapan angin milik korban dalam kondisi patah. Seluruh senapan angin yang dibawa rombongan saat berburu turut diamankan di Polsek Tembuku untuk kepentingan penyelidikan. “Ada dugaan korban jatuh terperosok ke jurang, lalu tidak sengaja senapannya melepaskan tembakan, namun itu masih perlu didalami,” ungkapnya.

Pihak kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan bagaimana senapan angin bisa meletus hingga menyebabkan korban mengalami luka fatal. Keterangan para saksi serta hasil olah TKP menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Namun, penyelidikan tersebut kini harus dilakukan setelah korban meninggal dunia akibat luka yang dialaminya. (***)

 

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT