


BADUNG, BALI TERKINI – Bali Sales & Marketing Community (BASCOMM) menyelenggarakan sesi khusus bagi industri perhotelan. Acara ini untuk membahas cara hotel dan vila dapat meningkatkan visibilitas di tengah lanskap pariwisata yang semakin didorong oleh teknologi AI.

Dengan tajuk “Invisible to AI: Why Your Hotel Doesn’t Exist (Yet). Let’s Fix That,” acara ini digelar selama sehari penuh di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali pada Selasa (9/9).
Baca lainnya Bali Interfood 2026 Resmi Dibuka, 35 UMKM Ikut Adu Inovasi di Pasar F&B
Ketua BASCOMM, Putu Arisudhiana menyatakan workshop ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari GM, Marcom, Sales dari berbagai hotel, vila dan restoran di Bali.
“Sesi ini dirancang khusus bagi para pemimpin hotel dan vila di Bali, profesional sales dan marketing, serta praktisi perhotelan yang ingin memahami bagaimana kecerdasan buatan mengubah cara wisatawan menemukan, mengevaluasi, dan pada akhirnya memilih hotel,” ungkapnya disela acara.
Dengan semakin banyaknya wisatawan yang mengandalkan platform berbasis AI dan pencarian percakapan (conversational search) untuk mendapatkan rekomendasi perjalanan, visibilitas di mesin pencari tradisional dan media sosial saja mungkin tidak lagi cukup. Hotel perlu memahami bagaimana merek, konten, reputasi, dan informasi digital mereka diinterpretasikan serta ditampilkan oleh AI.

Sesi AI akan dipandu oleh Danielle Woro Prabandari, Hospitality Marketing Strategist, AI Visibility Consultant, dan Direct Booking Specialist, bersama Vendy Prihayana, Head of Sales Indonesia di STAAH, sebagai salah satu sponsor acara ini.

Peserta akan mempelajari berbagai pendekatan praktis untuk meningkatkan kehadiran digital hotel mereka sekaligus memahami bagaimana AI dapat memengaruhi proses penemuan hotel, visibilitas merek, dan peluang peningkatan pemesanan langsung (direct booking).
“AI dengan cepat menjadi bagian dari perjalanan pengambilan keputusan wisatawan. Pertanyaannya bagi hotel saat ini bukan lagi sekadar apakah mereka memiliki kehadiran digital, tetapi apakah hotel mereka terlihat dan relevan ketika wisatawan meminta rekomendasi kepada AI,” tegas Ari.
Baca lainnya Transaksi BRI Nusa Dua Eco Market Nyaris Rp200 Juta, 87,9 Persen Pengunjung Ingin Kembali
Sementara Gufron, CHA, Managing Director Alpha Hotel Management (AHM) sekaligus Penasihat BASCOMM menambahkan pentingnya kecerdasan buatan (AI) dalam industri perhotelan. Ia menekankan bahwa AI sangat krusial bagi wisatawan dalam memilih akomodasi.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai penerapan AI dalam bisnis mereka, sehingga dapat mempermudah calon wisatawan dalam mencari informasi hotel.
“Ini adalah bagian dari program digital marketing yang berkelanjutan, dengan harapan semua peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan AI dalam perusahaan mereka untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik,” katanya.
