


Nusa Dua, Bali Terkini – BRI Nusa Dua Eco Market 2026 mencatat transaksi sebesar Rp195.628.200 selama penyelenggaraan di The Nusa Dua, Bali. Event ini juga dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan.

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 92,2 persen responden melakukan pembelian selama acara. Sementara itu, 87,9 persen menyatakan berminat kembali pada penyelenggaraan berikutnya.
Baca lainnya BRI Nusa Dua Eco Market 2026 Hadirkan Kolaborasi UMKM, Budaya, dan Gaya Hidup Berkelanjutan
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan Eco Market menjadi bagian dari upaya mengembangkan The Nusa Dua tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan yang memberikan manfaat bagi UMKM dan pelaku usaha.
“Event dapat menjadi katalis yang mempertemukan wisatawan dan pengunjung dengan UMKM lokal sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi kawasan,” ujar Troy.
Aktivitas tenant UMKM menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dengan persentase 52,6 persen. Berikutnya hiburan dan musik sebesar 35,3 persen, serta workshop 10,3 persen.

Selain mendorong transaksi, Eco Market turut meningkatkan pengalaman berkunjung. Sebanyak 81,9 persen responden menilai penyelenggaraan event membuat kunjungan ke The Nusa Dua menjadi lebih menarik.

Dari sisi kepuasan, Eco Market mencatat Net Promoter Score (NPS) 79,31 yang masuk kategori Excellent, dengan Average Satisfaction Score 4,59 dari 5.
Tingginya minat untuk kembali dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan event serupa di kawasan The Nusa Dua. ITDC berencana memperkuat kualitas dan kurasi tenant, memperbanyak aktivitas interaktif, serta mengoptimalkan promosi digital dan konsep ramah lingkungan.
Baca lainnya Melayani Sepenuh Hati, BRI Gelar Apresiasi Layanan Pensiunan di KCP Telesera untuk Perkuat Pengalaman Nasabah
Troy mengatakan pengembangan event ke depan akan diarahkan agar lebih terintegrasi dengan ekosistem kawasan, sehingga dapat mendorong kunjungan berulang, meningkatkan belanja wisatawan, memperpanjang lama tinggal, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Kami ingin The Nusa Dua terus berkembang sebagai kawasan yang mampu menciptakan keseimbangan antara kualitas pengalaman wisatawan, pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan prinsip keberlanjutan,” pungkas Troy.
