160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Badung Modernisasi Pertanian, Targetkan Produksi Padi 12 Ton Per Hektare

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Badung, Bali Terkini – Pemerintah Kabupaten Badung mulai mendorong modernisasi pertanian melalui metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS). Gerakan tanam padi perdana digelar di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (29/8).

Advertisement

Program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 10-12 ton per hektare sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Baca lainnya Badung Deklarasi Merdeka Tanpa Narkoba, Kukuhkan Duta Bersinar Kuta Utara, Pelajar diajak Berani Tolak Narkoba

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan penerapan teknologi pertanian tidak boleh berhenti pada tahap penanaman. Pengawalan harus dilakukan hingga panen agar manfaat teknologi benar-benar dirasakan petani.

“Setelah menanam, jangan kemudian ditinggalkan. Ini harus dikawal terus oleh seluruh pihak untuk mengantisipasi tantangan di lapangan dan memastikan teknologi ini memberikan hasil riil,” tegas Adi Arnawa.

Gerakan tanam di Subak Tanah Yeng mencakup lahan seluas 50 hektare dengan proyeksi produksi 500-550 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Baca lainnya Langkah Nyata Pemkab Badung Genjot Potensi Kopi di Agro Techno Park, Petang

Untuk memastikan hasil panen terserap, Pemkab Badung juga menandatangani kerja sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dengan Subak Tanah Yeng sebagai offtaker atau penjamin pasar.

Advertisement

Adi Arnawa menegaskan Perumda Pasar harus menjadi bagian dari ekosistem pertanian dengan menyerap hasil panen petani pada harga yang menguntungkan.

“Perumda Pasar harus menyiapkan anggaran untuk menyerap produk petani kita. Ini ekosistem pasar yang pasti,” ujarnya.

Baca lainnya HUT Ke-81 RI, Bupati Badung Soroti Kemiskinan dan Kualitas SDM, Songsong Indonesia Emas

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Anak Agung Ngurah Raka Sukadana menjelaskan PMAAS mengintegrasikan pengolahan lahan presisi, tata kelola air terukur dan digital, pemupukan, pengendalian hama berbasis data satelit maupun sensor, hingga pengawasan oleh penyuluh sampai masa panen.

“Dengan pengawalan ketat ini, kami menargetkan produktivitas padi melonjak hingga 10-12 ton per hektare,” kata Raka.

Pengembangan PMAAS akan diperluas. Pemkab Badung menyiapkan Rp1 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk pengembangan 40 hektare di empat kecamatan, yakni Abiansemal 16 hektare, Mengwi 10 hektare, Kuta Utara 10 hektare, dan Petang 4 hektare.

Selain itu, Kementerian Pertanian RI juga merencanakan perluasan program melalui APBN 2026 hingga 194 hektare di wilayah Badung. Pemkab Badung sebelumnya juga membangun demplot percontohan seluas 5 are di setiap kecamatan sebagai sarana edukasi petani. Program ini diharapkan menjadi model pertanian modern yang tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT