160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

DPRD Buleleng Dorong RSUD Giri Emas Naik Kelas Jadi Tipe C

Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya (kemeja hijau) bersama anggota DPRD lainnya berdialog dengan tenaga kesehatan saat melakukan sidak di RSUD Giri Emas, Kecamatan Sawan, Jumat (10/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, DPRD juga mendorong peningkatan status RSUD Giri Emas dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C guna memperkuat layanan kesehatan di wilayah timur Buleleng.
Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Singaraja, Bali Terkini – DPRD Buleleng mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng segera meningkatkan status RSUD Giri Emas di Kecamatan Sawan dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan timur Buleleng.

Advertisement

 

Dorongan itu mengemuka setelah jajaran DPRD melakukan kunjungan ke RSUD Giri Emas, Jumat (10/7/2026). Selain meninjau pelayanan, kunjungan tersebut juga menjadi tindak lanjut atas ramainya pemberitaan mengenai gangguan layanan oksigen yang sempat viral beberapa waktu lalu.

 

Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng, Ketut Dody Tisna Adi, mengatakan peningkatan status rumah sakit akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis, terutama penanganan kasus-kasus darurat yang selama ini masih banyak dirujuk ke RSUD Kabupaten Buleleng.

Baca juga: DPRD Karangasem Soroti Orangtua yang Biarkan Anak Putus Sekolah Demi Bekerja

Menurut Dody, keberadaan rumah sakit tipe C akan sangat membantu masyarakat di Kecamatan Sawan, Kubutambahan, hingga Tejakula karena memiliki fasilitas dan tenaga medis yang lebih lengkap.

 

Advertisement

“Kalau terjadi kecelakaan di wilayah timur, penanganannya bisa lebih cepat kalau fasilitas dan dokter spesialisnya sudah tersedia di sini. Itu yang ingin kita dorong,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan hasil kunjungan DPRD juga menunjukkan persoalan oksigen yang sempat menjadi sorotan publik bukan disebabkan habisnya stok oksigen. Berdasarkan penjelasan manajemen rumah sakit, gangguan terjadi akibat kendala teknis pada outlet oksigen dan telah ditangani saat itu juga.

 

“Hasil kunjungan kami terlihat bahwa ini sebenarnya lebih kepada miskomunikasi. Dari penjelasan manajemen, pasokan oksigen cukup. Permasalahan yang terjadi lebih karena human error dan sudah langsung ditangani,” katanya.

 

Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya, menyebut peningkatan status rumah sakit membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit. Salah satu syarat utama ialah penambahan kapasitas tempat tidur dari 50 menjadi 100 unit, disertai pembangunan ruang rawat inap dan fasilitas penunjang lainnya.

 

Ia memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp20 miliar dan berharap dapat mulai dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026.

 

“Dari informasi yang kami terima, kebutuhan anggaran sekitar Rp20 miliar. Harapan kami pemerintah daerah mulai mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ruang rawat inap dan penambahan bed sehingga proses peningkatan status bisa segera dimulai,” jelasnya.

 

Di sisi lain, pihak RSUD Giri Emas memastikan pelayanan sudah kembali berjalan normal. Kasubag Tata Usaha RSUD Giri Emas, I Made Karmawan Putra, mengatakan insiden yang sempat viral tidak dipicu kekosongan stok oksigen di sentral, melainkan gangguan pada outlet oksigen sehingga suplai sempat terhenti.

 

Setelah dilakukan pengalihan ke jalur cadangan, distribusi oksigen kembali normal. Rumah sakit juga melakukan evaluasi terhadap prosedur operasional untuk mencegah kejadian serupa.

 

Karmawan mengatakan pihaknya menyambut baik dukungan DPRD terhadap rencana peningkatan status rumah sakit. Jika menjadi rumah sakit tipe C, RSUD Giri Emas akan dapat membuka lebih banyak layanan spesialis, seperti jantung, paru, THT, mata hingga ortopedi.

 

“Kalau naik menjadi tipe C, pelayanan kepada masyarakat tentu akan semakin lengkap. Untuk kebutuhan pembangunan fisik dan sarana prasarana diperkirakan sekitar Rp25 miliar, meski angkanya masih akan dihitung kembali sesuai perencanaan,” tandasnya.

 

Sebelumnya, persoalan gangguan layanan di RSUD Giri Emas juga menjadi perhatian fraksi-fraksi DPRD Buleleng dalam rapat paripurna pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025.

Baca juga: Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Karangasem Soroti SILPA Rp165 Miliar dan Target PAD

Fraksi NasDem meminta Pemkab Buleleng melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan kesehatan, termasuk mengaudit sistem penyediaan oksigen dan logistik medis agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Sementara Fraksi Gerindra mendorong pemerintah daerah mempercepat pembenahan manajemen rumah sakit, melengkapi sarana prasarana, serta menjamin ketersediaan kebutuhan medis demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT