


Denpasar, Bali Terkini – Komunitas Pewarta Foto Denpasar resmi disahkan menjadi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Denpasar berdasarkan Surat Keputusan Pewarta Foto Indonesia Nomor 01/010/PFI-P/VII/2026. Pengesahan tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pewarta Foto Indonesia yang berlangsung di Bandung pada 25 Juli 2026, sekaligus menjadikan PFI Denpasar sebagai konstituen ke-22 dalam jaringan organisasi PFI di Indonesia.

PFI Denpasar menjadi wadah bagi para jurnalis foto dan fotografer dokumenter yang telah berkiprah selama belasan hingga lebih dari 20 tahun di berbagai media regional Bali, nasional, maupun internasional.
Ketua PFI Denpasar terpilih, Dicky Bisinglasi menerangkan dengan terbentuknya kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan organisasi profesi, advokasi bagi jurnalis foto, serta pengembangan pendidikan fotografi jurnalistik dan visual storytelling berbasis fotografi. Melalui berbagai program, PFI Denpasar juga berkomitmen untuk memperluas akses edukasi kepada masyarakat, khususnya di Bali, sekaligus mendorong praktik jurnalisme visual yang profesional, beretika, dan berkualitas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, kepercayaan, dan kontribusi dalam proses berdirinya PFI Denpasar. Semoga kehadiran PFI Denpasar dapat menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat ekosistem fotojurnalisme serta mendorong perkembangan fotografi jurnalistik yang profesional, independen, dan beretika di Bali,” ungkap dia saat dikonfirmasi, Selasa (28/7).
Dicky juga menyoroti permasalahan dan ancaman yang kerap dialami oleh wartawan khususnya para fotografer yang melakukan peliputan di lapangan. Meski sejauh ini disampaikan belum ada catatan kasus yang dialami oleh pewarta foto di Bali namun risiko dan potensi ancaman tetap menjadi perhatian.
“Masalah yang bener-bener masalah belum ada. Tapi sebagai wartawan yang pegang kamera, seringkali para jurnalis foto berada di garis terdepan bersama rekan-rekan dari televisi untuk mengabadikan momen tak jarang sangat beresiko tinggi. Sedangkan kamera sendiri di era sekarang adalah benda yang punya efek psikis. Kalau subyek tersebut melakukan kebaikan maka biasanya sangat senang disorot kamera. Sebaliknya, jika subyek tersebut salah, maka akan sangat riskan bagi fotografer/kameramen. Mereka bisa jadi marah, disuruh menghapus, bahkan membanting alat kita,” urainya.
Pewarta Foto Indonesia (PFI) merupakan organisasi profesi wartawan foto yang telah terdaftar di Dewan Pers berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 19/SK-DP/III/2020.
Susunan pengurus PFI Denpasar periode 2026–2029 adalah sebagai berikut:

* Ketua: Dicky Bisinglasi (Freelance)
* Sekretaris: Johannes P. Christo (Freelance)
* Bendahara: Firdia Lisnawati (Associated Press)
Divisi Pendidikan dan Profesi
* Anggara Mahendra (Freelance)
* Putu Sayoga (Freelance)
* Nyimas Laula (Freelance)
Divisi Dana dan Usaha
* Keyza Widiatmika (Freelance)
* Agung Parameswara (Freelance)
Divisi Multimedia dan Media Sosial
* Made Nagi (EPA Images)
* Fauzy Chaniago (Freelance)
* Nyoman Budhiana (Antara Foto)
Divisi Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga
* Naufal Fikri Yusuf (Antara Foto)
* Nyoman Hendra Wibowo (Antara Foto)
* Irene Barlian (Freelance)
