160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Perupa Bali Pamerkan “108 Doa : Henti Pada Luka” di Jogja Gallery

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Yogyakarta, Bali Terkini – Perupa sekaligus dosen seni rupa asal Bali, Luh Budiaprilliana, menghadirkan karya bertajuk 108 DOA : HENTI PADA LUKA dalam pameran seni rupa PRASANGSA: Sebelum Bentuk Menjadi Padat yang berlangsung di Jogja Gallery pada 26–30 Mei 2026.

Advertisement

Melalui karya berukuran 165 x 210 cm dengan medium acrylic on canvas board, Luh Budiaprilliana mengangkat isu wounded inner child sebagai pola emosional yang dapat diwariskan antar generasi. Karya ini lahir dari refleksi personal mengenai tubuh, kehamilan, serta usaha memutus rantai luka batin sebelum diteruskan kepada kehidupan berikutnya.

Baca lainnya Pameran Lukisan Nyoman Gunarsa Tampilkan Perjalanan Seni Sang Maestro

“Dalam posisi sebagai ibu, saya memaknai kehamilan sebagai ruang awal pembentukan pengalaman batin. Menjaga diri menjadi bentuk tapa—menahan, meredam, dan meregulasi emosi demi menghadirkan ruang yang lebih aman bagi kehidupan yang sedang tumbuh,” ungkap Luh Budiaprilliana.

108 DOA : HENTI PADA LUKA dibangun melalui repetisi visual menyerupai japa mantra sebanyak 108 lingkaran. Setiap lingkaran merepresentasikan satu unit doa sekaligus fragmen kesadaran: usaha untuk hadir, mengolah luka, dan menghentikan keberlanjutan trauma emosional.

Susunan repetitif tersebut menghadirkan kesan meditatif sekaligus kontemplatif. Lingkaran-lingkaran yang tampak serupa namun tidak pernah benar-benar identik menjadi metafora tentang proses penyembuhan manusia yang berlangsung berulang, tidak linear, dan terus bergerak di antara ingatan, emosi, dan harapan.

Baca lainnya Nyanyian Dharma Padukan Musik, Lukisan, dan Kesadaran

Dalam teks kuratorial yang ditulis D.A.E. Savitri Sastrawan, karya Luh Budiaprilliana dibaca sebagai bagian dari upaya “menapaki metafora di-antara”, yakni ruang visual yang belum sepenuhnya mengendap menjadi bentuk yang padat dan final. Pembacaan tersebut memperkuat bagaimana 108 DOA : HENTI PADA LUKA menghadirkan pengalaman emosional sebagai sesuatu yang cair, rapuh, dan terus bergerak di antara luka, kesadaran, serta proses pemulihan.

Advertisement

Alih-alih menawarkan penyembuhan yang final, karya ini justru menempatkan pemulihan sebagai proses yang terus berlangsung. Praktik doa dalam karya dipahami bukan sekadar ritual spiritual, melainkan upaya sadar untuk menghentikan pola luka emosional agar tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam konteks tema besar pameran PRASANGSA: Sebelum Bentuk Menjadi Padat, karya ini merepresentasikan fase batin manusia sebelum pengalaman emosional mengeras menjadi trauma yang menetap. Ada ruang rapuh, cair, dan belum selesai—tempat manusia berusaha memahami dirinya sendiri sebelum luka menjadi struktur yang diwariskan.

Luh Budiaprilliana merupakan dosen Seni Murni ISI Bali yang aktif berkarya dalam medium lukis, patung, seni digital, serta media kreatif. Ia menyelesaikan pendidikan Seni Rupa di Undiksha Singaraja dan Pascasarjana ISI Denpasar. Selain aktif berpameran sejak masa sekolah seni, ia juga dikenal sebagai pendiri Griya Perempuan Art Event, sebuah gerakan nasional perempuan perupa di Indonesia.

Pameran PRASANGSA: Sebelum Bentuk Menjadi Padat menghadirkan puluhan perupa lintas generasi dari berbagai institusi seni di Indonesia dan berlangsung di Jogja Gallery, Yogyakarta, pada 26–30 Mei 2026. Pameran dibuka pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 16.00 WIB dan dikuratori oleh Anam Khoirul serta D.A.E. Savitri Sastrawan.

Melalui 108 DOA : HENTI PADA LUKA, Luh Budiaprilliana menghadirkan seni sebagai ruang kontemplasi sekaligus praktik penyembuhan batin—sebuah upaya untuk memahami luka, menghentikan keberulangannya, dan menghadirkan kemungkinan generasi yang lebih utuh secara jasmani maupun rohani.

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT