


Bangli, Bali Terkini – Pengelolaan perpustakaan sekolah menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Bangli dalam mendorong peningkatan budaya membaca di kalangan siswa. Sebanyak 40 pengelola perpustakaan sekolah dasar (SD) digembleng melalui pelatihan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan perpustakaan.

Kegiatan yang digelar Bagian Organisasi Setda Bangli tersebut dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) peninjauan ulang standar pelayanan perpustakaan, Rabu (28/10/2026), di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli. Kegiatan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bangli, I Made Ari Pulasari, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli.
Baca Lainnya : Sumpah Pemuda ke-98 di Bangli, Generasi Muda Diajak Tak Hanya Bermimpi, tetapi Beraksi
Dalam sambutannya, Ari Pulasari menegaskan, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga berperan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan literasi. Karena itu, pengelolaan perpustakaan harus didukung sumber daya manusia yang kompeten serta standar pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Bagian Organisasi Setda Bangli, Ni Wayan Puni Antari, menjelaskan, FKP membahas peninjauan lima standar pelayanan perpustakaan, meliputi layanan sirkulasi, umum, anak, referensi, dan mobil keliling. Sementara itu, pelatihan bagi 40 pengelola perpustakaan SD mencakup materi pengelolaan perpustakaan, administrasi, pengolahan bahan pustaka, pengembangan literasi, hingga persiapan akreditasi perpustakaan sekolah.
Baca Lainnya : Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-98 (Rabu, 28 Oktober 2026) “Patriotik, Gigih, Berempati : Pemuda untuk Indonesia*
Melalui kegiatan ini, Pemkab Bangli berharap pengelolaan perpustakaan sekolah semakin profesional dan kualitas pelayanan semakin meningkat. Penguatan kapasitas pengelola tersebut juga diharapkan mampu menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang lebih optimal sekaligus menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di kalangan siswa. (***)

