160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Tekan One Day Trip, Pemkab Klungkung Gandeng Swasta Benahi Pariwisata Nusa Penida

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Klungkung, Bali Terkini – Nusa Penida menjadi salah satu magnet utama pariwisata di Kabupaten Klungkung. Setiap tahun, kawasan kepulauan tersebut tercatat dikunjungi sekitar 1,3 juta wisatawan. Namun, tingginya jumlah kunjungan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan lama tinggal wisatawan.

Advertisement

Pemkab Klungkung mencatat masih banyak wisatawan yang hanya melakukan perjalanan sehari atau one day trip ke Nusa Penida. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain membenahi infrastruktur, Pemkab Klungkung kini memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta untuk mendukung penataan dan pengembangan destinasi wisata.

Baca juga : Pemkab Klungkung Gelar AKSIKU 2025, Wadah Pelestarian Seni dan Budaya Bali

Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Citrip Internasional Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU di Nusa Penida, Jumat (23/10/2026). Kerja sama tersebut dirangkaikan dengan penyerahan hibah sejumlah bangunan dan fasilitas penunjang pariwisata kepada Pemkab Klungkung.

Hibah yang diserahkan meliputi bangunan pos retribusi dan pergola di Pantai Kelingking, bangunan pergola, serta sarana dan prasarana Balawista atau penyelamat wisata tirta. Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan dukungan pihak swasta menjadi bagian penting dalam mempercepat pembenahan fasilitas pariwisata di Nusa Penida.

Menurut Satria, potensi pariwisata Nusa Penida sangat besar. Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan yang mencapai sekitar 1,3 juta wisatawan setiap tahun. Bahkan pada periode low season, kunjungan wisatawan masih berada di kisaran 3.000 orang per hari. “Pariwisata di Nusa Penida ini sangat digemari wisatawan. Bisa dibuktikan dari data, sekitar 1,3 juta wisatawan setiap tahun,” ujar Satria.

Baca juga : Klungkung Dominasi Kelas Taruna Kejurprov PBSI Bali 2026, Raih Tiga Emas

Meski demikian, potensi tersebut dinilai belum dapat dimaksimalkan karena masih terbatasnya infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata. Keterbatasan tersebut turut menyebabkan banyak wisatawan hanya datang untuk berwisata sehari sebelum kembali ke Bali daratan. “Kami belum bisa memaksimalkan karena banyak one day trip. Infrastruktur belum maksimal dan belum memadai. Sekarang sedang dalam proses pembenahan,” katanya.

Advertisement

Satria mengatakan Pemkab Klungkung terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Nusa Penida. Selain mengandalkan anggaran daerah, pemerintah juga menggandeng lembaga pembiayaan untuk mendukung pembangunan sejumlah fasilitas. Dana melalui kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank BPD Bali diarahkan untuk pembangunan jalan, pasar, hingga fasilitas penunjang kesehatan.

Baca juga : Percepat Pengentasan Kemiskinan, Bupati Klungkung Audiensi ke Kemensos RI Bahas DTSEN hingga Sekolah Rakyat

Pembenahan infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan, tetapi juga mendorong mereka memperpanjang masa tinggal di Nusa Penida. “Harapan kami long of stay dapat ditingkatkan dari satu hari menjadi beberapa hari di Nusa Penida. Ini akan memberikan multiplier effect, sehingga perekonomian masyarakat bisa semakin menggeliat,” jelasnya.

Satria berharap pola kerja sama dengan pihak swasta seperti yang dilakukan bersama PT Citrip Internasional Indonesia dapat terus dikembangkan. Kerja sama serupa diharapkan tidak hanya dilakukan di satu destinasi, tetapi juga di berbagai daya tarik wisata (DTW) di Klungkung, khususnya Nusa Penida.

Menurut Satria, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari konsep pentahelix pariwisata yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan desa adat, pihak swasta, akademisi, serta media.
Pemerintah berperan sebagai regulator dan motivator. Desa dinas maupun desa adat terlibat dalam pengelolaan, sementara pihak swasta dapat berkontribusi melalui dukungan fasilitas dan infrastruktur.

Akademisi berperan memberikan kajian, sedangkan media turut mendukung melalui promosi potensi destinasi wisata. “Kami berharap kerja sama ini ke depan bisa dilakukan lebih baik di semua DTW di Klungkung, khususnya di Nusa Penida,” pungkas Satria.

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT