


Bangli, Bali Terkini – Pemkab Bangli meluncurkan enam inovasi digital untuk membenahi tata kelola pemerintahan sekaligus mengejar efisiensi anggaran dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Digitalisasi diarahkan tidak lagi sekadar memperbanyak aplikasi, tetapi mengintegrasikan sistem agar berdampak langsung pada layanan publik.

Enam inovasi tersebut diluncurkan Kamis (17/9/2026) di Gedung Bhukti Mukti Bhakti, Lingkungan Setda Bangli. Masing-masing yakni CITA GOV, PENGLIPURAN BANGLI, SINTESIS DTW BANGLI, INTEGRA-III, SI TAMPAN JAS BERDASI, dan GENCAR BANGLI.
Kepala Diskominfo dan Persandian Bangli, I Nyoman Murditha, menegaskan keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari banyaknya aplikasi, melainkan kemampuan mengendalikan, mengintegrasikan dan mengamankan sistem.
“Pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak kita membuat aplikasi, melainkan seberapa baik kita mampu mengendalikan, mengintegrasikan, dan mengamankan transformasi digital tersebut untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Baca Lainnya : APBD Perubahan 2026 Ketok Palu, Banggar : Bangli Tak Bisa Lagi Boros
Salah satu tumpuan adalah CITA GOV, yang dirancang sebagai pusat pengendalian transformasi digital daerah. Sistem ini mencakup verifikasi arsitektur, keamanan siber, analisis risiko hingga dashboard manajerial bagi pimpinan daerah.
Dari inovasi ini, Pemkab Bangli memproyeksikan efisiensi belanja TIK sekitar Rp1,175 miliar per tahun, terutama melalui penghapusan aplikasi yang tumpang tindih dan efisiensi waktu kerja.
Di sektor pariwisata, SINTESIS DTW BANGLI membidik penguatan retribusi melalui sistem digital terintegrasi dan kemitraan dengan Desa Adat. PAD sektor pariwisata diproyeksikan meningkat hingga 13 persen.

Sementara GENCAR BANGLI menyasar perluasan basis wajib pajak melalui pemanfaatan data perizinan usaha. Potensi yang dibidik mencapai Rp15,92 miliar dari PBJT makanan dan minuman serta Rp5,54 miliar dari sektor perhotelan.
Baca Lainnya : Wastra Hitakara Guncang Bangli, 7 Desainer Muda Sulap Kain Tradisional Bali Jadi Fashion Kekinian
Tiga inovasi lainnya menyasar legislatif, birokrasi dan ketertiban umum. PENGLIPURAN BANGLI mendorong parlemen menuju sistem paperless melalui e-Aspirasi, e-Sidang dan e-Risalah AI. INTEGRA-III ditargetkan memangkas biaya operasional birokrasi minimal 20 persen pada 2028. Sedangkan SI TAMPAN JAS BERDASI memperkuat deteksi dini serta koordinasi lintas sektor untuk menjaga ketertiban umum.
Langkah tersebut dilakukan saat Indeks Pemerintahan Digital Bangli meningkat dari 2,48 pada 2023 menjadi 2,79 pada 2025. Namun, aspek pengendalian masih menjadi pekerjaan rumah, tercermin dari nilai Manajemen SPBE 1,09 dan Audit TIK 1,00.
Kini ukuran digitalisasi Bangli diarahkan lebih konkret: bukan sekadar banyak aplikasi, tetapi anggaran lebih efisien, PAD bertambah, dan layanan publik makin efektif. (***)
