


Karangasem, Bali Terkini- Sebanyak 36 personel SAR gabungan dikerahkan untuk mencari I Kadek Agus Mahendra (21), pemuda asal Kabupaten Klungkung yang hilang setelah jatuh ke laut saat memancing di Pantai Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, Minggu (25/10/2026).

Pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan karang di sekitar lokasi korban terakhir terlihat. Tim juga mengerahkan satu unit rubber boat untuk menyisir perairan Pantai Bukit Asah.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, mengatakan pencarian dilakukan melalui jalur darat dan laut.
“Benar ada satu orang pemancing yang jatuh ke laut, sampai saat ini kami masih melakukan pencarian,” kata Handika.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut berasal dari Basarnas, Polairud Polres Karangasem, Bakamla, BPBD, Damkar, serta unsur TNI dan Polri.
**Terpeleset Saat Memancing di Atas Karang**
Agus diketahui berada di kawasan Pantai Bukit Asah bersama dua orang rekannya untuk memancing.
Sekitar pukul 09.30 Wita, korban yang berada di atas karang tiba-tiba terpeleset hingga terjatuh ke laut.

Korban kemudian diduga terseret arus dan tenggelam. Kedua rekannya yang melihat kejadian tersebut langsung mencari pertolongan kepada warga sekitar.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada tim SAR gabungan hingga petugas bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Hingga pencarian hari pertama berlangsung, keberadaan korban belum ditemukan.
**Pencarian Difokuskan di Sekitar Lokasi Jatuh**
Handika mengatakan tim masih memusatkan pencarian di sekitar titik awal korban terjatuh.
Petugas menyisir sejumlah bagian karang di pesisir Pantai Bukit Asah. Sementara pencarian dari laut dilakukan menggunakan rubber boat.
Medan pesisir yang dipenuhi karang serta kondisi perairan menjadi bagian yang diperhitungkan tim dalam melakukan penyisiran.
Tim SAR berharap upaya pencarian hari pertama dapat menemukan keberadaan korban.
“Kami upayakan yang terbaik untuk melakukan pencarian, semoga korban cepat kami temukan dalam keadaan selamat,” ujar Handika. (*)
