160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Tragis, Leher Luka Robek, Bocah 4 Tahun Di Songan Tewas Digigit Kawanan Anjing Liar

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

 

Advertisement

BANGLI, Bali Terkini – Nasib tragis dialami Made Sukma Diatmika, balita perempuan asal Banjar Ulun Danu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli. Pasalnya, saat sedang bermain di depan warungnya, tiba-tiba diserang kawanan anjing liar, Senin (27/4/2026). Akibatnya, bocah berusia 4 tahun ini mengalami luka robek pada bagian leher dan luka pada wajah. Karena kondisi lukanya yang serius, korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di Puskesmas Kintamani V untuk selanjutnya di rujuk ke RSU Bangli.

Kerabat korban, I Nyoman Muliawan, saat dikonfirmasi Selasa (28/4/2026), membenarkan musibah yang menimpa kerabatnya tersebut. Ia mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah dihubungi oleh pihak keluarga korban. Menurut Muliawan, lokasi kejadian berada di warung milik orang tua korban yang terletak di jalur pendakian Gunung Batur, yang saat itu dalam kondisi sepi.

Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Ketua DPRD Bangli Dorong Desa Adat Buat ‘Pararem’ 

Sementara itu, ibu korban diketahui sedang mandi ketika insiden terjadi. Ia menduga, kejadian bermula saat sekelompok anjing liar berada di luar dan saling bertengkar. Suara ribut anjing tersebut diduga membuat korban keluar rumah. “Saat anjing ribut dan menggonggong, korban keluar. Ada yang melihat korban langsung dikeroyok sekitar tiga ekor anjing liar, salah satunya berwarna putih,” tuturnya lirih.

Meski tidak banyak saksi yang mengetahui secara pasti kronologi kejadian, korban ditemukan mengalami luka serius, terutama di bagian leher. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. “Korban mengalami luka parah di leher. Setelah dibawa ke rumah sakit, dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya. Jenazah korban telah dimakamkan pada Senin malam sekitar pukul 22.00 Wita di setra Desa Songan. Kepergian korban yang begitu cepat dan tragis meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. “Kami tidak menyangka korban pergi secepat ini dengan cara yang sangat memilukan,” ungkap Muliawan.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Dewa Gede Oka Darsana saat dikonfirmasi menyebutkan kejadian terjadi pada 27 April 2026 pukul 16.30 Wita. Saat itu, kata dia, korban setelah mandi bersama ibunya, langsung pergi bermain di depan warung. Sementara anak tersebut ditinggal mandi oleh ibunya. Begitu usai mandi, sang ibu sudah melihat anaknya terkapar di tanah. “Diduga saat digigit anjing, anaknya telah menangis minta tolong. Namun karena saat itu sedang hujan lebat, sehingga tangisannya tidak terdengar,”ujarnya.

Kepemilikan HKI Di Bangli Masih Rendah, Sekda Riana Putra Buka Bimtek ‘Gerbang HKI Bisa’

Advertisement

Pasca kejadian itu, korban langsung dibawa ke Puskesmas Kintamani V, untuk mendapatkan pertolongan dan selanjutnya di rujuk ke RSUD Bangli. “Tiba di IGD RSUD Bangli pukul 18.05 Wita, kondisi pasien sangat lemah, tidak sadar, nadi sangat lemah, dan mengalami henti jantung,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, hal senada juga disampaikan Humas RSUD  Bangli Sang Kompyang Ari Wijaya. Kata dia, pasien tiba di IGD PK 18.05 Wita rujukan Puskesmas Kintamani V, tiba di IGD dalam keadaan tidak sadar. Pasien dikatakan masih mengeluh sakit sekitar 3 menit sebelum tiba di IGD. “Sekitar 1 jam sebelumnya pasien ditemukan pingsan dengan luka -luka di leher. Tidak ada yang melihat kejadian secara langsung, diduga pasien diserang oleh anjing liar. Saat tiba di Puskesmas pasien tampak lemas dan kesadaran menurun, saturasi 74% ( aliran oksigen pada darah menurun),”katanya.

Pasca kejadian tersebut, Dinas PKP Bangli telah turun ke lokasi. Untuk mengantisipasi rabies, pihaknya melakukan eliminasi secara terbatas terhadap sejumlah anjing di sekitar TKP.  “Tim PKP Bangli sudah melakukan eliminasi terbatas pada anjing di sekitar rumah duka. Ada 9 ekor sudah dieliminasi,” ujar Kadis PKP Bangli, Wayan Sarma. Untuk memastikan apakah anjing yang menyerang korban terjangkit rabies atau tidak, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.

 

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT