


Saat kebakaran terjadi, Widiyanta sedang berjualan di Pasar Pesangkan. Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian berusaha melakukan pemadaman secara mandiri.

Namun, tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Kepala Desa Duda Timur, I Gede Pawana, mengatakan warga sempat panik karena khawatir api menjalar ke bangunan lainnya.
Petugas Damkartan Karangasem kemudian menerjunkan tiga armada dan 10 personel ke lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas menghabiskan sekitar 8.000 liter air.
Akibat kejadian tersebut, bangunan dapur Widiyanta dan sebagian rumah Diarta mengalami kerusakan berat. Kerugian ditaksir mencapai Rp 70 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Terkait penyebab kebakaran, Pawana menduga api dipicu korsleting listrik. Terlebih, kawasan tersebut sempat diguyur hujan sebelum kejadian.
“Diduga kebakaran karena korsleting listrik,” jelasnya. (dkk)

