


KLUNGKUNG, Bali Terkini – Desa Adat Lepang berencana mengubah lahan milik desa adat yang selama ini tidak produktif alias makrak menjadi sawah produktif guna mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Bendesa Adat Lepang, I Made Merta, mengatakan rencana tersebut telah disepakati masyarakat dalam paruman yang digelar pada April lalu. “Untuk rencana tersebut semua masyarakat sudah setuju. Kami juga sudah membentuk tim yang nantinya bisa bekerja sama dengan pihak swasta,” ujar Merta, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, lahan seluas sekitar 1 hektare 17 are itu selama ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena berada di posisi lebih tinggi sehingga sulit dialiri air. Karena itu, diperlukan penataan lahan agar area tersebut dapat dijadikan sawah produktif. “Kalau tidak dilakukan penataan, lahan tersebut tidak akan menjadi produktif. Kami ingin mendukung program pemerintah untuk ketahanan pangan,” ungkapnya.
Baca juga : Sosialisasikan Program Beasiswa ‘Nak Badung’ Tahun 2026, Bupati Adi Arnawa Ungkap Ini
Selain mendukung program pemerintah pusat, desa adat juga berencana membentuk Badan Usaha Milik Desa Adat (BUPDA). Sebagai bagian dari rencana tersebut, pihak desa adat akan mengalihfungsikan lahan lain milik desa adat yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penyosohan beras menjadi pasar desa.

Merta menilai keberadaan penyosohan beras saat ini tidak lagi memberikan hasil maksimal, sementara pasar desa yang ada sudah tidak memadai. “Kami akan rubah menjadi pasar karena pasar yang kami miliki sekarang tempatnya tidak memungkinkan lagi,” jelasnya.
Baca juga : Wabup Tjok Surya Dorong Pembinaan Atlet Savate Muda di Klungkung
Rencana pembangunan pasar tersebut nantinya akan dibiayai melalui hasil kerja sama penataan lahan, sehingga tidak membebani masyarakat desa adat. “Kami ingin mendukung program pemerintah, di satu sisi kami juga tidak ingin memberatkan warga,” pungkasnya. (ars)

