


Klungkung, Bali Terkini— Pembukaan Festival Semarapura 2026 yang digelar di jantung Kota Klungkung, Selasa (28/4/2026), menjadi pusat perhatian masyarakat. Festival yang menghadirkan berbagai pagelaran seni serta stand kuliner ini diserbu ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.

Di antara banyaknya stand yang ada, Stand Kampanye Anti Korupsi yang digagas oleh Inspektorat Kabupaten Klungkung justru menjadi salah satu yang paling diminati. Meski hanya berukuran sekitar 2×2 meter, stand ini ramai dipadati pengunjung, khususnya remaja.
Para pengunjung tampak antusias mengikuti kuis interaktif bertema anti korupsi. Mereka aktif berpartisipasi menjawab pertanyaan yang diberikan panitia. Selain menambah wawasan, peserta yang berhasil menjawab dengan benar juga mendapatkan suvenir menarik.
Inspektur Kabupaten Klungkung, I Made Sumiarta, mengaku senang melihat tingginya antusiasme masyarakat. Ia menilai, dominasi pengunjung dari kalangan remaja dan generasi muda menunjukkan bahwa edukasi anti korupsi tepat sasaran. “Kami sangat senang karena sebagian besar pengunjung adalah anak muda. Ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi sejak dini,” ujarnya.
Baca juga :Anggaran Rp1,3 Miliar, DPRD Klungkung Minta Festival Semarapura 2026 Berdampak Nyata
Sumiarta, yang akrab disapa Midun, menjelaskan bahwa stand tersebut juga menampilkan berbagai materi sosialisasi seperti banner, stiker, dan spanduk. Hal ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam upaya pencegahan korupsi melalui edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pemahaman terkait gratifikasi, termasuk batas maksimal pemberian yang tidak perlu dilaporkan serta batas waktu pelaporan gratifikasi. “Kami juga menjelaskan batasan maksimal gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan, serta tenggat waktu pelaporan gratifikasi,” jelasnya.

