


Denpasar, Bali Terkini – Prosesi Pelebon Jero Mangku Dalem Kahyangan berlangsung khidmat di Setra Adat Penatih, Denpasar, Sabtu (25/5/2026). Upacara ini diiringi pementasan dua tarian sakral, yakni Kupu Kupu Wong dan Tari Baris Ketekok Jago.

Kedua tarian tersebut dipentaskan sebagai bagian dari rangkaian upacara pelebon tingkat utama yang memiliki makna spiritual mendalam. Tari Kupu-Kupu Wong melambangkan roh manusia yang melakukan perjalanan menuju alam berikutnya, sementara Tari Baris Ketekok Jago merepresentasikan sosok pengawal yang mengiringi perjalanan roh tersebut.
Baca juga : Pak Eka Resmi Lanjutkan ‘Ngayah’ Sebagai Bendesa Adat Penatih 2026–2031
Pengerajeg karya pelebon, Ida Nabe Dukuh Acarya Dhaksa, menjelaskan bahwa pementasan tarian sakral ini merupakan simbolisasi pengantaran roh kembali ke alam sunia. “Simbol kupu-kupu mencerminkan jiwa yang telah lepas dari raga dan melanjutkan perjalanan menuju alam suci,” ujarnya.
Prosesi pelebon diawali dengan arak-arakan jenazah dari rumah duka menuju setra adat. Jenazah diusung menggunakan bade putih dan lembu putih sebagai simbol kendaraan suci dalam prosesi kremasi. Warga Desa Adat Penatih turut mengiringi jalannya upacara sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Baca juga : Wali Kota Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Candi Bentar dan Penyengker Setra Desa Adat Penatih
Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh nuansa religius, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Bali dalam memaknai siklus kehidupan dan kematian. (ars)

