


Badung, Bali Terkini – Sebanyak 131 pelaku usaha lokal mendapat ruang untuk memasarkan produknya, sementara 100 warga prasejahtera menerima bantuan pangan dalam Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” ke-8 Tahun 2026 di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat (9/10).

Kegiatan yang digelar Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali bersama TP PKK Kabupaten Badung ini memadukan pemberdayaan ekonomi lokal dengan aksi sosial untuk memperluas manfaat kegiatan pasar rakyat bagi masyarakat.
Baca lainnya Jelang Tumpek Wayang, Adi Arnawa Pimpin Aksi Bersih Lingkungan di Puspem Badung
Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga wadah kepedulian sosial sekaligus upaya mendorong pelaku usaha kecil agar semakin berkembang dan mandiri.
“Ini bukan sekadar ruang transaksi jual beli, tetapi juga kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan untuk masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 100 warga prasejahtera dari enam desa dan kelurahan di Badung menerima bantuan pangan. Penerima terdiri atas 30 warga Desa Darmasaba, 30 warga Kelurahan Sempidi, 27 warga Kelurahan Kapal, tujuh warga Kelurahan Dalung, tiga warga Desa Kuwum, dan tiga warga Kelurahan Kerobokan Kaja.
Baca lainnya Banggar DPR RI Kunjungi Bali, Bupati Badung Dorong Dukungan Pembiayaan Infrastruktur
Di sisi ekonomi, pasar rakyat ini melibatkan 131 pelaku usaha lokal yang terdiri atas 39 pelaku UMKM, 28 produsen produk pertanian dan pangan olahan, serta 64 pelaku usaha kuliner. Keterlibatan mereka diharapkan memperluas akses pemasaran sekaligus mendekatkan produsen dengan konsumen.

Dengan mempertemukan produsen dan pembeli secara langsung, kegiatan ini juga membuka peluang memangkas rantai distribusi sehingga produk lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk bersaing dan memberikan manfaat ekonomi bagi pelakunya.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Koster, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan “Berbelanja dan Berbagi” merupakan komitmen berkelanjutan yang diinisiasi sejak periode kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Baca lainnya Dekranasda Badung Sukses Promosikan Produk Unggulan di Kriyanusa 2026
“Berbelanja produk lokal berarti kita menghargai karya anak bangsa dan menjaga kelestarian budaya. Sementara berbagi adalah wujud kemanusiaan yang luhur. Kesejahteraan tercipta saat kita saling menguatkan; yang mampu membantu yang kurang mampu, dan yang dibantu didorong untuk semakin mandiri,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Daerah Badung Ida Bagus Surya Suamba, serta jajaran TP PKK kabupaten/kota se-Bali dan pejabat pemerintah provinsi maupun kabupaten.
Melalui kolaborasi ini, gerakan “Berbelanja dan Berbagi” diharapkan tidak hanya memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat pemasaran produk lokal dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
