


Badung, Bali Terkini – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengajak masyarakat membudayakan kebersihan lingkungan dengan menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Bali. Ajakan itu diwujudkan melalui aksi bersih-bersih dan pembersihan sampah plastik di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Mangupraja Mandala, Badung, Jumat (9/10), menjelang Rahina Tumpek Wayang.

Bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Adi Arnawa memimpin aksi gotong royong yang melibatkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) dan berbagai elemen masyarakat. Pembersihan menyasar saluran irigasi, anak sungai, hingga telajakan di sekitar kawasan Puspem Badung.
Baca lainnya Banggar DPR RI Kunjungi Bali, Bupati Badung Dorong Dukungan Pembiayaan Infrastruktur
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Badung I Made Sunarta, Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, camat, instansi vertikal, perguruan tinggi, pelajar, serta komunitas peduli lingkungan.
Adi Arnawa mengatakan, momentum Tumpek Wayang menjadi pengingat pentingnya menjaga keharmonisan alam melalui tindakan nyata. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut, menurutnya, perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Budaya bersih-bersih lingkungan sudah tumbuh sejak lama di Bali. Kita ingin nilai-nilai ini terus hidup dan menjadi kebiasaan generasi muda, bukan hanya dilakukan saat kegiatan tertentu, tetapi diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Baca lainnya Wabup Badung Tekankan Pemerataan Pembangunan di Hari Kesaktian Pancasila
Ia juga mengaitkan gerakan tersebut dengan filosofi jana kerthi, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan demi mendukung kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Dalam hal ini, kawasan Puspem Badung diharapkan menjadi contoh penerapan kebersihan dan penataan lingkungan.

Menurut Adi Arnawa, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Pemerintah memang berkewajiban menyiapkan regulasi dan fasilitas pendukung, tetapi keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran serta keterlibatan masyarakat.
Pemkab Badung juga mendorong pengurangan sampah plastik sekali pakai di lingkungan perkantoran. Salah satu langkah yang diterapkan adalah membatasi penggunaan kantong plastik dan botol plastik sekali pakai, sekaligus membiasakan ASN membawa botol minum atau tumbler sendiri sesuai surat edaran Sekda Badung.
Baca lainnya Wabup Bagus Alit Sucipta Optimistis Kemiskinan Badung Terus Menurun
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Adi Arnawa mengingatkan masyarakat agar menerapkan lima langkah pengelolaan sampah, yakni mengurangi sampah, memilah dari sumbernya, memanfaatkan sampah yang masih bernilai, mengelola residu, serta tidak membuang sampah sembarangan.
“Kebersihan bukan pekerjaan satu pihak dan bukan pula pekerjaan satu hari. Kebersihan adalah budaya, tanggung jawab, dan bagian dari kualitas hidup bersama. Setelah lingkungan ini bersih, mari kita jaga agar tetap bersih,” tegasnya.
