160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Dari Limbah Upacara ke Panggung Penghargaan, Kadek Kamardiyana Raih Citra Karya Raksita 2026

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Gianyar, Bali Terkini – Inovasi pengolahan sampah sisa upacara menjadi pakan ternak mengantarkan I Kadek Kamardiyana meraih penghargaan Citra Karya Raksita 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, di Alun-Alun Gianyar.

Advertisement

Kamardiyana, Kepala Lingkungan Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, mengembangkan metode pengolahan limbah berbasis fermentasi dengan bahan baku sisa-sisa upacara yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga : Festival Semarapura ke-8 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya

Ia menuturkan, inovasi tersebut berawal dari pandemi Covid-19 yang berdampak pada meningkatnya biaya pakan ternak.

Dalam situasi tersebut, ia berupaya mencari solusi dengan memanfaatkan limbah yang melimpah di lingkungan sekitar.

“Limbah upacara di Bali cukup banyak dan belum dikelola maksimal. Dari situ saya mencoba mengolahnya menjadi pakan ternak melalui proses fermentasi,” ujarnya.

Baca juga : Wabup Tjok Surya Buka Festival Karier Semarapura

Berbekal rasa ingin tahu dan berbagai referensi, ia mulai bereksperimen. Prosesnya tidak selalu berjalan mulus.

Advertisement

Percobaan demi percobaan dilakukan hingga akhirnya menemukan formulasi yang tepat.

Seiring waktu, upaya tersebut berkembang. Limbah upacara seperti penek, jaje sarad, dan jenis lainnya yang sebelumnya terbuang kini memiliki nilai ekonomis dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain menekan biaya pakan ternak, inovasi ini juga membantu mengurangi persoalan sampah di lingkungan serta mendorong pengelolaan berbasis masyarakat.

Kamardiyana juga dikenal sebagai pendiri komunitas Mai Organic yang fokus mengembangkan sistem pertanian terintegrasi.

Pola ini menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, bahkan mulai diarahkan sebagai potensi pariwisata berbasis edukasi.

Melalui komunitas tersebut, ia turut mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan pertanian organik sekaligus pelestarian lingkungan.

Baca juga : Anggaran Rp1,3 Miliar, DPRD Klungkung Minta Festival Semarapura 2026 Berdampak Nyata

Kini, pengolahan limbah upacara menjadi pakan ternak tidak hanya memberikan nilai ekonomis, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah.

Bagi Kamardiyana, penghargaan yang diraihnya bukan sekadar simbol, melainkan penanda bahwa dari persoalan sederhana, jika dikerjakan dengan kesungguhan, dapat melahirkan perubahan besar. (ars)

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT