


Denpasar, Bali Terkini – Tepat di peringatan Hari Bumi ini, The Meru Sanur dengan bangga menerima Sertifikat Pengurangan Emisi Karbon di tahun 2025 dari GUAVA International, sebuah organisasi global yang berfokus pada pengembangan solusi keberlanjutan yang terukur dan berdampak.

Director of Marketing Communications The Meru Sanur, Melody Siagian menyebut sertifikasi ini mengakui keberhasilan The Meru Sanur dalam mengurangi emisi karbon sebesar 20kg CO2e melalui optimalisasi dry amenities kamar yang lebih ramah lingkungan, sebuah langkah nyata dalam mentransformasikan operasional hotel menjadi lebih bertanggung jawab.
“Hari ini The Meru Sanur mendapatkan sertifikat carbon emission reductions dari Guava Internasional karena kita telah menggunakan dry amenities di kamar yang non plastik,” kata Melody kepada wartawan usai acara penanaman pohon di Ethnobotanical Garden Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Rabu (22/4).
Baca lainnya Hari Bumi The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel Tanam Pohon ‘Lima Elemen’ di KEK Sanur
Pencapaian ini semakin diperkuat melalui proses verifikasi independen oleh KPMG, yang memastikan bahwa setiap pengukuran dan pelaporan emisi dilakukan secara transparan, akurat, dan sesuai dengan standar internasional. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi juga bukti konkret bahwa praktik keberlanjutan dapat diintegrasikan secara strategis dalam operasional perhotelan modern.
Melalui kolaborasi ini, The Meru Sanur menegaskan posisinya sebagai destinasi wellness yang tidak hanya berfokus pada pengalaman tamu, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan visi untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi bumi dan generasi mendatang.
Di kesempatan yang sama The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection melaksanakan acara penanaman pohon yang melibatkan sebanyak 50 karyawan hotel. Terdapat 30 tanaman yang terinspirasi dari filosofi Panca Maha Bhuta, yang merepresentasikan keseimbangan lima elemen alam: tanah, air, api, udara, dan alam semesta.
“Karena memang hari bumi kita harus memberikan sesuatu kepada bumi, bagaimana kita preserving pada lingkungan hidup ini. Pohon itu adalah the source of life. Jadi sumber kehidupan dari adanya pohon, karbon emission itu, karbon CO2 di udara itu dibantu, dikurangi. Serta udara juga jadi lebih bersih,” tegasnya.

