


Singaraja, Bali Terkini – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha tak lagi sekadar mengandalkan pemeriksaan manual.

Kampus ini mulai mengerahkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menutup celah kecurangan, khususnya praktik perjokian.
Melalui Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK), Undiksha meluncurkan aplikasi VeriUTBK—sistem pencocokan wajah berbasis AI yang memverifikasi identitas peserta secara digital.
Wajah peserta dipindai dan dicocokkan dengan data resmi seperti KTP, kartu peserta, hingga surat keterangan lulus.

Baca juga: Undiksha Jadi Pusat UTBK SNBT 2026, 1.275 Peserta Ikuti Ujian di Singaraja
Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Undiksha, I Ketut Resika Arthana, menegaskan teknologi ini bukan sekadar pelengkap, tetapi lapisan pengaman tambahan untuk memastikan seleksi berjalan bersih dan akuntabel.
“Ini bukan menggantikan verifikasi manual. Pemeriksaan langsung tetap utama, sementara aplikasi menjadi penguat. Penerapannya juga masih sampling dan tidak boleh mengganggu jalannya ujian,” tegasnya.
Skema berlapis ini dirancang ketat namun tetap efisien. VeriUTBK hanya digunakan pada tahap awal verifikasi, selama masih tersedia waktu, sehingga tidak menghambat peserta saat ujian berlangsung.
Tak berhenti di ruang ujian, Undiksha juga menyiapkan pemanfaatan jangka panjang.
Baca juga: Saat Resor Bintang Lima Kembali ke Desa, Bambu Indah Hidupkan Pengendalian Hama yang Nyaris Hilang
Data verifikasi digital akan ditarik kembali saat daftar ulang hingga proses perkuliahan, untuk memastikan identitas peserta tetap konsisten dari awal seleksi hingga resmi menjadi mahasiswa.
Dengan langkah ini, Undiksha mengirim pesan tegas: celah perjokian dipersempit, integritas seleksi diperkuat. Teknologi bukan sekadar inovasi, tetapi tameng baru dalam menjaga kredibilitas UTBK-SNBT.
