


Badung, Bali Terkini – Raden Ajeng Kartini dan kebaya seolah telah melekat dan tak terpisahkan. Bahkan di setiap peringatan Hari Kartini kebaya tidak pernah terlewat.

Ternyata tema kebaya ini tidak hanya digunakan dalam lomba busana atau lomba kecantikan lainnya. Anak pantaipun memilih kebaya sebagai ikon kebanggaan pada acara yang bertajuk Kartini Go Surf 2026.
Ketua panitia Made Bagus Irawan alias Piping mengatakan kegiatan ini bukan semata untuk perempuan. Melainkan pesan khusus Hari Kartini ditujukan kepada kaum pria supaya menyadari kekuatan spirit Kartini pada perempuan.
Baca lainnya Bupati Tutup Jegeg Bungan Desa 2026, Apresiasi Festival Seni Budaya Kreativitas Pemuda Kuta
“Sebenarnya bukan untuk perempuan, justru untuk lelakinya saya punya pesan khusus. Bahwa kita tidak pernah berada di sini tanpa Kartini kita,” ungkap Piping kepada wartawan di Pantai Kuta, Minggu (19/4).
Lebih lanjut Piping menyebut tidak memilih atau membedakan peserta harus peselancar profesional atau amatir. Asalkan bisa berdiri di atas papan bisa untuk bergabung. Ada sebanyak 15 peselancar perempuan yang ambil bagian dalam acara ini. Dari 15 peserta, 6 diantaranya adalah anak-anak disabilitas rungu dari Yayasan Corti.
“Kami juga bersama teman-teman difabel (rungu). Kita mencoba untuk memberikan tantangan yang bisa membanggakan mereka sendiri,” sambungnya.
Salah satu peselancar dari Corti team, Ayu Intan Melisa Maharani, didampingi Juru Bahasa Isyarat (JBI) Made Widawan mengaku senang bisa mengkuti Kartini Go Surf ini untuk ketiga kali. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan berselancar dengan pakaian kebaya.

Baca lainnya Gerakan Badung Peduli Sambangi Desa Kutuh, Rasniathi : Semoga Menjadi Berkah
“Saya hobi surfing dan belajar sejak tahun 2022. Teman-teman juga punya hobi yang sama jadi kami mendukung acara ini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sang Ayu Putu Anastasia Mega Dewi yang telah mengikuti Kartini Go Surf sebanyak 5 kali. Meski awalnya mengaku kesulitan bermain surfing dengan kebaya namun lama kelamaan dia terbiasa dan malah ketagihan.
“Pertama kali saya surfing pakai kebaya itu susah, tidak bisa berdiri karena terlalu ketat kamennya tapi saya coba lagi ternyata bisa. Seru gitu pas difoto kayak unik pakai kebaya, bagus,” tandasnya.
