


Singaraja, Bali Terkini – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pembinaan atlet di Buleleng. Untuk mengatasinya, KONI Buleleng mulai menyiapkan skema sponsorship sebagai alternatif pembiayaan bagi atlet berprestasi.

Langkah ini disampaikan dalam kegiatan ramah tamah bersama puluhan atlet berprestasi tingkat nasional dan internasional di Singaraja, Rabu (15/4/2026) malam. Sebanyak 20 atlet hadir, termasuk mereka yang telah berlaga di ajang SEA Games 2025, kejuaraan Asia, hingga kejuaraan nasional.
Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengakui bahwa dukungan material dari pemerintah daerah sejauh ini masih terbatas. Hal itu disebabkan kemampuan keuangan daerah yang belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan pembinaan olahraga secara optimal.
“Kami sedang menyiapkan skema sponsorship sebagai salah satu solusi untuk membantu kebutuhan atlet, terutama yang akan berlaga di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Baca juga: KONI Buleleng Evaluasi Kegagalan, Targetkan Perak Jadi Emas di Porprov 2027

Meski demikian, ia menegaskan keterbatasan tersebut tidak boleh menurunkan semangat juang para atlet. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta komunikasi yang baik antara atlet dan pengurus sebagai kunci keberlanjutan prestasi.
“Kami minta para atlet tetap solid, saling mendukung, dan fokus pada prestasi,” tegasnya.

Selain itu, Supriatna mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui jalur komunikasi internal, sehingga tidak berkembang menjadi polemik di ruang publik.
Sementara itu, atlet woodball Buleleng peraih medali perak SEA Games Thailand 2025, I Gede Prabawa Darma Nugraha Mapet, mengapresiasi langkah yang diambil KONI Buleleng. Ia menilai keberhasilan atlet tidak lepas dari proses panjang serta dukungan berbagai pihak.
“Atlet wajar merasa kecewa, namun jangan sampai menyerah. Tetap ikuti prosedur dan saling mendukung,” ujarnya.
Mapet juga menyebut dukungan pemerintah daerah dan KONI Buleleng selama ini sudah cukup baik, terutama dalam hal pencairan honor, transportasi, hingga bonus yang dinilai lebih cepat dibandingkan sejumlah daerah lain.
Ia pun mengajak para atlet muda untuk tetap setia membela daerah asal dan tidak mudah berpindah hanya karena pertimbangan materi.
“Membela tanah kelahiran adalah kebanggaan. Mari terus berjuang dan mengharumkan nama Buleleng,” katanya.
Baca juga: Mengintip Kuliner Mewah di Atas Sungai Berbisik di Ubud Bali
Hal senada disampaikan orang tua atlet, Artiningsih, yang mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan KONI selama ini, khususnya saat anaknya mengikuti kejuaraan di luar daerah. Ia berharap ke depan fasilitas dan venue olahraga di Buleleng dapat lebih dimaksimalkan.
“Kalau pemerintahnya semangat, kami sebagai orang tua juga akan terus mendampingi anak-anak meraih mimpinya,” ujarnya.
