


Bangli, Bali Terkini – Masa depan Bali hingga tahun 2125 tidak akan ditentukan di masa mendatang, melainkan mulai dibangun sejak saat ini. Periode 2025–2030 disebut sebagai fase paling penting yang akan menjadi pondasi utama arah pembangunan dan keberlanjutan Bali untuk satu abad ke depan.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar saat memimpin apel Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Alun-Alun Bangli, Jumat (14/8/2026). Dalam kesempatan itu, Diar membacakan amanat Gubernur Bali yang menekankan pentingnya Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun (2025–2125).
Baca Lainnya : Perkuat PAUD-HI, Bunda PAUD Bangli Dorong Sinergi Lintas Sektor
Dengan mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, pembangunan Bali diarahkan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan alam, manusia, adat, dan kebudayaan sebagai fondasi utama kehidupan di Pulau Dewata. “Setiap karya, pengabdian, dan pelayanan harus dilandasi ketulusan hati serta integritas yang tinggi,” tegas Diar.
Lanjut dia, ada enam sektor strategis menjadi fokus pembangunan. Meliputi penguatan adat dan kebudayaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, Ekonomi Kerthi Bali, pembangunan infrastruktur terpadu, pelestarian lingkungan dan energi bersih, serta transformasi digital dan penguatan keamanan.
Arah kebijakan tersebut juga diperkuat melalui UU Nomor 15 Tahun 2023 serta Perda Nomor 4 Tahun 2023 yang menegaskan peran Desa Adat, Subak, dan nilai-nilai budaya lokal dalam setiap proses pembangunan di Bali.
Tindak lanjut dari itu, Wabup Wayan Diar turut mengajak seluruh pihak agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan pentingnya keselarasan gerak seluruh daerah dan elemen masyarakat melalui prinsip “Satu Pulau, Satu Pola, Satu Tata Kelola.”
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda memegang peran vital dalam menjaga ketangguhan Bali menghadapi dinamika zaman dan tantangan global. “Lima tahun ke depan menjadi masa penentu yang akan meletakkan fondasi kuat bagi Bali dalam menatap satu abad ke depan,” pungkasnya. (***)

