160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Ancaman Kemarau Panjang Mengintai, DPRD Bangli Desak Antisipasi Karhutla Sejak Dini

Anggota DPRD Bangli, I Wayan Sutama (Ist)
Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Bangli, Bali Terkini – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui kawasan Kintamani seiring prediksi musim kemarau panjang yang berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026. Berkaca pada kejadian tahun-tahun sebelumnya, kalangan DPRD Bangli mendesak seluruh instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan agar kebakaran tidak kembali meluas dan merusak kawasan hutan.

Advertisement

Anggota DPRD Bangli, I Wayan Sutama, mengatakan wilayah hutan di Kecamatan Kintamani memiliki tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau. Cuaca panas ekstrem yang berlangsung dalam waktu lama menjadi salah satu faktor utama yang memicu munculnya titik-titik api.
“Beberapa kali saat musim kemarau panjang, kawasan hutan di Kintamani mengalami kebakaran. Faktor pemicunya lebih banyak dipengaruhi kondisi alam, terutama cuaca yang sangat panas,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga : Antisipasi Kerugian Akibat Semburan Belerang, Anggota DPRD Bangli Sarankan Budidaya Ikan Danau Batur Cukup Sekali Setahun

Politisi Partai Golkar asal desa Kintamani tersebut menilai pencegahan harus menjadi prioritas. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Menurutnya, kesiapan personel harus dibarengi dengan kondisi armada pemadam yang prima. Dengan demikian, apabila kebakaran terjadi, proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga api tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
Selain kesiapan teknis, Sutama menegaskan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kebakaran sejak dini. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah di area yang berpotensi memicu kebakaran.
“Melalui edukasi yang masif, kami optimistis risiko kebakaran dapat ditekan. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah api membesar,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau agar kejadian kebakaran hutan yang berulang setiap tahun tidak kembali menimbulkan kerugian bagi lingkungan, masyarakat, maupun sektor pariwisata di kawasan Kintamani. (***)

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT