160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Prestasi dan Gengsi, Ajang Pembuktian Indonesia vs Thailand dalam Perebutan Sabuk WBC Asia

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Badung, Bali Terkini – Untuk pertama kalinya ajang perebutan sabuk World Boxing Council (WBC) Asia Silver digelar di Bali. Event bertajuk “First Blood” ini akan berlangsung pada 28 Maret 2026 di ATLAS Super Club, Berawa, Bali.

Advertisement

Ajang bertaraf internasional ini menghadirkan pertandingan tinju (boxing) dan Muay Thai dengan sejumlah partai utama yang menjadi sorotan publik.

Partai puncak mempertemukan Rabowo Surya (Indonesia) melawan Aniwat Ngonsai (Thailand) dalam laga 8 ronde perebutan WBC Asia Silver Cruiserweight Championship. Duel Indonesia vs Thailand ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan tinju profesional Indonesia di level Asia.

Rabowo mengaku membutuhkan waktu tidak sebentar untuk menembus panggung internasional. Lama berkecimpung di kepelatihan kini ia naik ring sebagai petinju. Selama 18 tahun menggeluti dunia tinju akhirnya ia mendapatkan kesempatan bertarung dalam laga bergengsi.

“Ini kesempatan berharga bagi saya, apalagi membawa nama Indonesia juga. Lawan dari Thailand merupakan tantangan besar karena mereka datang untuk menang, tapi saya optimis dengan persiapan yang sudah saya lakukan,” ujarnya usai sesi face off, Jumat (27/3).

Sedangkan untuk perebutan WBC Muay Thai Indonesia Lightweight Championship akan mempertemukan Agung Wahyudi dan Arsy Ahmad dalam pertarungan 5 ronde yang diprediksi berlangsung sengit.

Tak hanya itu, ajang ini juga menjadi kebanggaan bagi Bali dengan tampilnya petinju asal Bali, Cakti Dwi Putra, yang menjalani debut profesional di kelas Welterweight dan siap tampil di hadapan publik sendiri.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Garuda Legacy Promotion (GLP), promotor olahraga tarung yang berdiri pada akhir 2025. Meski tergolong baru, GLP langsung menunjukkan komitmennya melalui penyelenggaraan event berstandar internasional.

Advertisement

GLP dipimpin oleh promotor dan tokoh tinju asal Rusia, Vadim Petrov, yang memiliki pengalaman panjang dalam industri tinju Eropa. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia tinju, namun membutuhkan sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berorientasi internasional.

“Indonesia memiliki banyak talenta berbakat. Melalui Garuda Legacy Promotion, kami ingin menghadirkan standar pelatihan, disiplin, kesehatan, serta manajemen atlet yang lebih profesional agar para petinju Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Vadim.

Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai strategis karena posisinya sebagai destinasi internasional, sehingga diharapkan mampu memperluas eksposur olahraga tarung Indonesia ke panggung global. Ajang perebutan sabuk WBC Asia ini menjadi langkah awal GLP dalam membangun ekosistem olahraga tarung yang berkelanjutan di Indonesia.

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT