


Bangli, Bali Terkini – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli sejak Minggu (1/11) malam hingga Senin (2/11) dini hari membuat ruas jalan penghubung Pulasari–Peninjoan–Bangbang, tepatnya di Banjar Pulasari Kawan, Desa Persiapan Pulasari, Kecamatan Tembuku, ambrol hingga berubah menjadi jurang. Sebagian badan jalan hanyut tersapu derasnya aliran air sungai. Akibatnya, akses utama tersebut putus total dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Kerusakan jalan diperkirakan mencapai panjang 10 meter, lebar 8 meter, dengan kedalaman sekitar 5 meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kejadian ini berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat. Warga yang biasa melintasi jalur tersebut kini harus mencari jalan alternatif untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca Lainnya : Ikuti Prosesi Tumpek Wayang, Bupati Bangli Ajak Generasi Muda Jaga Tradisi
Kapolsek Tembuku AKP Putu Dadi mengatakan, kerusakan jalan tersebut merupakan salah satu dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli. Kondisi badan jalan yang ambrol membuat kendaraan tidak memungkinkan melintas di lokasi. “Kondisi jalan sebelumnya mulus, tapi sekarang jebol kena longsor dan putus,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, masyarakat sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Pulasari Kangin. Jalur tersebut masih bisa dilalui, tetapi warga harus memutar dengan tambahan jarak sekitar 2 kilometer. Kapolsek mengimbau masyarakat agar mengikuti jalur alternatif dan tidak memaksakan diri melintasi lokasi jalan yang putus.
Baca Lainnya : Tragis! Perempuan 34 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Kandang Ayam
Sementara itu, Kepala Dusun Pulasari Kawan, I Wayan Kardiyasa, mengatakan ambrolnya badan jalan diduga dipicu tingginya debit air saat hujan deras. Gorong-gorong di bawah badan jalan diperkirakan tidak mampu menampung derasnya aliran air sehingga struktur jalan tergerus dan akhirnya jebol. “Dampaknya besar sekali terhadap lalu lintas, terutama dari Bangbang menuju Kebon. Warga juga kesulitan menjalankan aktivitas,” ujarnya.
Kardiyasa menambahkan, putusnya jalur tersebut turut mengganggu akses pendidikan karena banyak pelajar yang bersekolah di Bangbang dan Tembuku melewati ruas jalan itu. Dia berharap Pemerintah Kabupaten Bangli segera melakukan perbaikan mengingat jalur Pulasari–Peninjoan–Landih merupakan akses penting bagi masyarakat. Warga berharap jalan tersebut segera dipulihkan agar mobilitas dan aktivitas sehari-hari kembali normal. (***)

