160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Lima Jam Evakuasi Remaja 15 Tahun yang Jatuh ke Jurang Gunung Agung, SAR Hadapi Kabut Tebal dan Jalur Licin

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Karangasem, Bali Terkini- Seorang remaja berusia 15 tahun terjatuh ke jurang saat mendaki Gunung Agung, Minggu (6/9/2026) dini hari. Remaja tersebut diketahui bernama Komang Sandi Darmawan, yang terjatuh dari ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Advertisement

Ia dilaporkan terperosok ke jurang dengan kedalaman sekitar 12 meter ketika mendaki melalui jalur Pura Pasar Agung.

Beruntung, korban masih ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, korban diduga mengalami cedera pada bagian kepala sehingga membutuhkan penanganan medis setelah berhasil dievakuasi.

Peristiwa itu bermula ketika korban bersama seorang rekannya melakukan pendakian Gunung Agung pada Minggu dini hari.

Saat perjalanan mencapai ketinggian sekitar 2.500 mdpl, korban diduga terpeleset hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh ke jurang.

Rekan korban yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mencari bantuan. Informasi mengenai kecelakaan itu disampaikan kepada salah seorang pemandu lokal Gunung Agung sebelum akhirnya diteruskan kepada Basarnas.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Tim SAR gabungan bersama sejumlah pemandu lokal kemudian bergerak mendaki untuk mencari dan mengevakuasi korban.

Pemandu lokal yang bergerak lebih dahulu akhirnya berhasil menemukan korban di lokasi kejadian.

Advertisement

Tim SAR gabungan kemudian menyusul hingga bertemu dengan korban dan pemandu lokal di sekitar ketinggian 1.900 mdpl. Proses evakuasi selanjutnya dilakukan bersama-sama menuju bawah gunung.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi sadar.

“Saat kami evakuasi, kondisi korban dalam keadaan sadar. Saat ini sudah dilarikan ke RSUD Karangasem,” kata Bhayangkara, Minggu (6/9/2026).

Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama, yakni sekitar lima jam. Kondisi medan Gunung Agung yang licin menjadi salah satu kendala bagi tim dalam membawa korban turun.

Selain itu, hujan gerimis juga sempat turun selama proses evakuasi. Kabut tebal turut menghambat jarak pandang tim SAR di sepanjang jalur pendakian.

“Kendala kami di lapangan saat proses evakuasi adalah cuaca yang sempat gerimis sehingga jalan yang dilalui cukup licin, dan kabut cukup tebal dengan visibility 20 meter,” ujar Bhayangkara.

Setibanya di bawah, korban langsung mendapatkan penanganan awal dari tim medis Puskesmas Selat.

Karena diduga mengalami cedera di bagian kepala, korban kemudian dibawa ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. (dkk)

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT