160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

HUT ke-16 KAK Melati: Beda Agama, Satu Persaudaraan, Berbagi untuk Sesama

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Denpasar, Bali Terkini – Perbedaan agama tak menjadi sekat bagi Kelompok Arisan Keluarga (KAK) Melati untuk terus merawat persaudaraan. Memasuki usia ke-16, komunitas ini justru menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk mempererat silaturahmi dan menebar kepedulian.

Advertisement

Semangat itu terlihat dalam perayaan HUT ke-16 KAK Melati yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 di Jalan Nuansa Kori Barat IV/8, Banjar Tegal Kori, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Minggu (6/9/2026).

Baca lainnya Semarak Idul Adha 2026 di Perum Raya Kampial Potret Nyata Harmoni dan Toleransi Lintas Agama di Bali

Sekitar 200 orang dari berbagai latar belakang agama hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari komunitas Muslim, Hindu, Nasrani, Buddha hingga Konghucu. Perayaan ini digelar KAK Melati bersama komunitas Bolo-Bolo Surabaya.

Tak sekadar seremoni ulang tahun dan peringatan keagamaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan bagi belasan anak yatim piatu. Suasana kekeluargaan semakin terasa melalui permainan tanya jawab berhadiah hingga hiburan pinata.

Pembina KAK Melati, Djoko Moeljono, mengatakan keberagaman merupakan bagian dari semangat yang sejak awal menjadi fondasi komunitas tersebut.

“Melati itu kepanjangan dari Menjalin Tali Silaturahmi Tiada Batas. Hari ini kami memperingati ulang tahun ke-16 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami sengaja mengundang lintas agama. Ada Muslim, Hindu, Nasrani, Buddha dan Konghucu. Tujuannya supaya tali silaturahmi yang selama ini kami gagas tetap terjaga,” ujar Djoko usai acara.

Baca lainnya Rawat Kerukunan Umat Beragama, Bupati Adi Arnawa Hadiri Salat Id di Puspem Badung

Advertisement

Ia menegaskan KAK Melati tidak dibangun berdasarkan kesamaan agama, profesi maupun latar belakang. Sebaliknya, komunitas tersebut membuka ruang bagi siapa pun untuk menjalin hubungan kekeluargaan.

KAK Melati berdiri pada 7 Juli 2010 dan kini memiliki sekitar 40 anggota. Selama 16 tahun, komunitas tersebut tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga wadah untuk membangun kepedulian sosial.

Koordinator KAK Melati, Lutfi Hidayati, mengatakan semangat berbagi menjadi salah satu komitmen yang terus dijaga. Santunan kepada anak yatim menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Visi dan misi kami sama, yaitu saling berbagi. Hari ini ada santunan dan kami juga dibantu oleh Bolo-Bolo Surabaya. Ke depan, kami berharap bisa kembali berbagi kepada panti asuhan, baik yang Nasrani maupun Hindu,” ujarnya.

Memasuki usia ke-16, KAK Melati ingin mempertahankan tradisi kebersamaan tersebut. Perayaan tahun ini pun menjadi pengingat bahwa persaudaraan dapat tumbuh ketika perbedaan tidak dijadikan batas.

Dari sebuah komunitas arisan keluarga, KAK Melati mencoba menunjukkan bahwa silaturahmi bisa dirawat dengan cara sederhana: berkumpul, saling menghormati dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Pesan itulah yang menjadi benang merah perayaan tahun ini berbeda dalam keyakinan, tetapi tetap satu dalam persaudaraan dan kepedulian.

Lutfi menambahkan, perbedaan justru menjadi alasan untuk semakin memperkuat persatuan. Bagi KAK Melati, semangat kebersamaan tidak berhenti pada identitas agama maupun profesi.

“Bhinneka Tunggal Ika, ada Hindu, ada Muslim, semua jadi satu. Kami tidak melihat dari mana asalnya, agamanya apa atau profesinya apa,” tegasnya.

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT