


Badung, Bali Terkini – Selama kurang lebih 40 tahun memberikan pelayanan terbaik untuk wisatawan di Bali, Melia Bali Sol membuat gebrakan baru. Bertransformasi menjadi Paradisus Bali, bagian dari brand global Paradisus di bawah jaringan Meliá Hotels International hadir dengan konsep luxury all-inclusive pertama di Asia.

Kehadiran Paradisus by Meliá Bali diharapkan menjadi ikon baru pariwisata premium di Pulau Dewata sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar luxury hospitality global.
General Manager Paradisus Bali, Eduardo Castro Perera, mengatakan transformasi resort tersebut menjadi hasil pembaruan besar setelah lebih dari 4 dekade beroperasi sebagai Meliá Bali Hotel.
Baca lainnya Perjalanan Satu Tahun 7 Dreams Hotel Nusa Penida, Bertumbuh di Tengah Dinamika Pariwisata
“Dengan semangat pelayanan yang baru, Paradisus Bali siap memberikan pengalaman menginap terbaik dan tak terlupakan bagi para tamu di Bali,” terangnya saat konferensi pers, Sabtu (17/6/2026).
Resort dengan 492 luxury rooms termasuk tujuh private garden villas, empat kolam renang, akses langsung ke pantai, hingga area khusus dewasa menjadikan konsep “all in one experience” sangat tepat untuk diterapkan.
Dari sisi kuliner, Paradisus Bali menghadirkan delapan restoran dengan pilihan menu Jepang, Asian Fusion, Timur Tengah, Spanyol hingga Mediterranean, serta lima bar yang dapat dinikmati para tamu.
Tak hanya menawarkan fasilitas premium, resort ini juga mengusung konsep liburan berbasis pengalaman. Berbagai aktivitas seperti snorkeling, kano, paddle board, yoga, bersepeda hingga aktivitas budaya Bali telah termasuk dalam paket all-inclusive yang ditawarkan kepada tamu.

Baca lainnyaSelami Pesona Budaya Bali, Hotel ini Tawarkan Paket Menginap AllInclusive – Eksklusif di Ubud
Selain itu, tersedia pula fasilitas family-friendly seperti teenager club, water park, kids pool hingga layanan Family Concierge yang dirancang khusus untuk kebutuhan keluarga. Sementara bagi tamu dewasa, tersedia area eksklusif “The Reserve” yang mengedepankan privasi dan layanan premium.
Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), Johannes Suriadjaja, mengaku optimistis terhadap prospek wisata premium di Bali pada 2026, meski industri pariwisata global masih dibayangi situasi geopolitik dunia.
“Kita memang khawatir terhadap situasi perang di Middle East. Tapi kita harus agile dan berani mendapatkan market baru, terutama di Asia dan Australia,” ujarnya.

Ia menilai konsep luxury all-inclusive seperti Paradisus memiliki prospek besar di Bali. Bahkan, pihak Meliá Hotels International meyakini konsep serupa akan mulai banyak diadopsi operator hotel lain ke depan.
“Tahun pertama ini event akan membuat properti ini mencapai standar yang diharapkan ke depannya. Kami lihat tahun ini pun harusnya sudah terlihat positif,” tambahnya.
