Bali Terkini- DPRD Klungkung dirundung duka berpulangnya anggota dewan dari Fraksi Gerindra, I Made Wibawa (55), Senin (15/7/2024).
Politisi asal Dusun Pundukdawa, Desa Pesinggahan itu meninggal dunia setelah didapati tidak sadarkan diri di rumahnya.
Nengah Mudiana, rekan satu partai dan sekaligus sahabat dekat almarhum mengungkapkan, Made Wibawa dikenal sebagai sosok yang pendiam namun sangat loyal terhadap partainya.
Bahkan Mudiana, menganggal Wibawa sudah seperti saudara.
“Saya sangat terkesan dengan kesetiaannya terhadap partai. Meskipun jarang bicara tentang urusan pribadi, beliau selalu fokus pada tugas-tugas partai dan masalah konstituen,” ujar Nengah Mudiana, Senin (15/7/2024).
Belakangan ini, kesehatan Made Wibawa menurun drastis. Setelah menjalani operasi usus buntu di RSUD Klungkung, ia kemudian dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar karena masalah pada paru-parunya.
Kondisinya sempat membaik dan diizinkan pulang pada Jumat (12/7/2024) lalu. Namun takdir berkata lain.
Pada Senin (14/7/2024), Made Wibawa mendadak dilarikan ke RSUD Klungkung dalam keadaan tidak sadarkan diri dan menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 07.00 Wita.
Jenazah almarhum masih dititipkan di RSUD Klungkung dan rencananya akan dipulangkan ke rumah duka pada Rabu (17/7/2024)
Upacara pengabenan akan dilaksanakan di Krematorium Pundukdawa, Desa Pesinggahan, Klungkung pada Kamis, (18/7/2024).
Made Wibawa, sebelum menjadi anggota DPRD Klungkung, pernah menjabat sebagai kepala dusun dan Bendesa Adat.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua PAC Gerindra di Kecamatan Dawan sebelum akhirnya dipilih menjadi anggota dewan melalui PAW setelah meninggalnya Nyoman Martini pada tahun 2020.
Meskipun hanya menjabat dalam periode 2019-2024 dan baru saja berjuang di Pemilu Legislatif 2024 dengan hasil yang tidak memihak, Made Wibawa tetap dikenang sebagai politisi yang berdedikasi dan penuh integritas dalam melayani masyarakat Klungkung. (*)
