Dasa Warsa Sanur Village Festival

baliterkini.com / arsip sanur village festival

Denpasar, Baliterkini.com - Sanur Village Festival dinilai berhasil mengemban tujuan awal sebagai promosi pariwisata mandiri yang pada akhirnya sukses pula menjaga dan meningkatkan derajat ekologi, ekonomi, sosial, budaya serta kreativitas masyarakat Sanur.
 
Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan tiga pihak yang bahu-membahu sepanjang 10 tahun pelaksanaan festival ini adalah kekompakan warga Sanur, dorongan Pemkot Denpasar dan Pemprov Bali serta dukungan swasta yang terus mengalir.
 
“Meskipun demikian, festival ini telah menjadi milik publik yang senantiasa terlibat menyemarakkan perayaan kehidupan rakyat ini sehingga menjadi ikon yang selalu dirindukan,” kata Sidharta yang akrab disapa Gusde itu, baru-baru ini.
 
Gusde mengatakan hal itu dalam suatu kesempatan pemaparan rencana gelar Dasa Warsa Sanur Village Festival, 26-30 Agustus 2015 mendatang. Perhelatan festival ke-10 ini dikemas lebih besar dan bertambah marak dengan sejumlah kegiatan berkala maupun acara baru yang senantiasa dinantikan khalayak luas.
 
Selain ingar-bingar pesta, lanjut Gusde, yang tak kalah penting adalah menjadikan momentum Dasa Warsa SVF ini untuk semakin mengukuhkan tekad menjaga lingkungan tetap lestari, seiring aktivitas kepariwisataan yang terkadang mengesampingkan hal-hal ideal dari nilai-nilai filsofi luhur yang dianut masyarakat Sanur.
 
Untuk itulah, dia mengajak sejenak merunut jejak festival yang pertama digelar pada 2006 sebagai respons terhadap kondisi kepariwisataan yang lesu pascatragedi bom Bali kedua (2005), yang belum pulih betul sejak bom Bali pertama (2002). Setahun berikutnya, pada SVF II (2007) diluncurkan tema besar The New Spirit of Heritage untuk memberikan semangat baru terhadap peninggalan budaya para leluhur mengelola wilayah pesisir ini dengan kearifan tinggi yang membuat lingkungan tetap lestari, kreativitas berkesenian terjaga, serta aktivitas perkonomian dan kemasyarakatan yang berkesinambungan.
 
Selanjutnya, pelaksanaan festival menetapkan tema sesuai dengan isu aktual yang sedang bekembang selama sembilan tahun ini. Kesembilan rekam jejak festival itu, tambah Gusde, diharapkan menjadi modal Sanur memperkuat langkah menyongsong peluang serta tantangan ke depan. Tak lama lagi, daya saing destinasi ini dengan segenap sumber daya dihadapkan pada era Masyarakat Ekonomi Asean yang menuntut konsekuensi dan kompetensi besar.
 
Gusde yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar itu optimistis masyarakat yang telah berhubungan dengan wisatawan asing bisa dengan cepat menyesuaikan diri memenangkan persaingan tersebut. Kata dia, festival ini bisa menjadi sarana belajar dan menempa diri menghadapi tantangan ke depan.  
 
Ia juga mengajak menjadikan festival ini sebagai ajang adu inovasi dari berbagai bidang yang terkait langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan kepariwisataan, sekaligus mempromosikannya secara masif dan terukur. Festival tahunan ini telah terbukti mampu meningkatkan perekonomian di Sanur dan sekitarnya.
 
Sanur Village Festival di antaranya menggelar bersih-bersih pantai, penghijauan, pelepasan tukik, kompetisi surfing, lari gembira, kompetisi jukung, festival makanan, mengukir & buah, pawai budaya, festival layang-layang internasional, turnamen mancing, body painting, lomba & pameran foto, turnamen golf, dan panggung hiburan. Selain itu ada pula bazar UKM dan produk kreatif yang dikemas dalam Sanur Kreatif Expo. [BT/RELEASE]

Komentar