Temukan Kesegaran di Sungai Gelar

baliterkini.com

Jembrana, Baliterkini.com - Di kota Negara untuk menemukan tempat yang alami dan sejuk adalah dambaan setiap orang. Terlebih kesan alami ini tidak jauh berada dari jantung kota. Untuk mendapatkan ini semua, obyek wisata Sungai Gelar adalah tempatnya. Untuk menjangkaunya pun cukup mudah tanpa harus berlama membawa rasa penasaran yang terpendam.

Sungai Gelar lokasinya sendiri berada di Dusun Gelar Sari, Desa Batuagung, Kabupaten Jembrana. Untuk menjangkau tempat ini, pengunjung bisa melalui dua jalur pedesaan yakni bisa lewat Desa Batugung dan melalui arah Gedung Olah Raga ( GOR ) Kresna Jvara di Dusun Sawe Rangsasa. Bila ditempuh dari jalan raya, obyek wisata ini berjarak sekitar 8 kilometer.

Di Jembrana, Sungai Gelar sudah begitu populer sebagai tempat untuk menghabiskan akhir pekan. Decak kagum pengunjung akan mulai terasa tatkala bersanding mesra dengan hutan sebelum akhirnya betul- betul memasuki kawasan hutan di wilayah paling utara. Kedua ujung jalan ini akan berakhir setelah menemukan jembatan merah hanya khusus dilalui oleh kendaraan roda dua. Bila dilalui, jembatan ini mengeluarkan bunyi tak beraturan dari benturan yang keras. Sehingga sangat jelas terdengar di kesunyian, ini mencirikan sebagai pertanda bpehwa ada pengunjung yang sedang melintasi jembatan.

Dibawah jembatan inilah, sungai yang cukup lebar memiliki air jernih dan segar bersumber dari pegunungan. Atas daya tarik inilah pengunjung dari berbagai wilayah berdatangan hanya untuk melihat serta menikmati suasana sambil menghirup udara yang segar.

“ Kebanyakan pengunjung adalah anak muda bersama teman – temannya, mereka bukan saja datang dari Jembrana, bahkan ada pula yang datang dari jauh hanya sekedar melihat sekitar sini, “ ungkap Jero Wayan Suwarti.

Jero Wayan Suwarti merupakan pemilik warung yang biasa berjualan tidak jauh dari ujung jembatan. Dia menggelar dagangannya khusus pada hari Sabtu dan Minggu, apalagi di hari raya seperti Galungan dan Kuningan adalah berkah baginya. Menurut pengalamannya berjualan, Sungai Gelar mulai dikunjungi oleh wisatawan sejak dirinya masih belum berjualan. Kebanyakan yang datang adalah pengunjung untuk bermandi ria serta menyusuri bibir sungai ke arah pinggiran sungai yang diapit oleh hutan dan tegal milik warga.

Tak jauh dari tempat ini pula, terdapat sebuah Monumen Gelar atau Lembah Merdeka yang dipertegas lagi dengan papan nama yang ditancapkan sebelah selatan jembatan. Untuk melihatnya, pengunjung cukup dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang sudah dibeton.

Warga lainnya, Gusti Kade Wiadnyana mengungkapkan jika dulunya tempat ini paling sering dikunjungi oleh turis atau wisatawan asing. Mereka datang bersama dengan kendaraan Jeep melakukan aktifitas jalan – jalan ke hutan. Dan menurutnya lagi, beberapa lahan di wilayah tersebut bahkan dimiliki oleh orang Jepang. Lahan milik orang asing yang berupa tegalan ini berada persis di sebelah pagar tempatnya tinggal.

Gusti Kade Wiadnyana yang menempati rumah beberapa meter dari bibir Sungai Gelar menjadikan suara gemericik air dengan serangkaian kelokan ibarat seperti cepatnya ritme hidup di desa. Sungai Gelar  juga sering dimanfaatkan oleh siswa yang gemar melakukan kegiatan alam. Namun untuk lebih nyaman diperjalanan, atas sarannya untuk menjangkau tempat ini agar melewati  Desa Batuagung agar terhindar dari jalan rusak parah dan berlobang.

Setiap pengunjung yang datang akan dikenakan ongkos parkir Rp 2000 yang dipungut oleh petugas parkir yang memang berasal dari anggota banjar tersebut. Mereka akan ditugasi memungut parkir secara bergiliran khusus untuk akhir pekan dan hari raya saja. Kendaraan bebas parkir dimana saja menempati lahan kosong dan pinggir jalan yang tak jauh dari kawasan obyek wisata alam Sungai Gelar. Disini belum tersedia khusus lahan parkir bagi pengunjung pengguna roda dua dan empat.

“ Dulu jalan yang menghubungkan dari GOR  memang bagus, namun semenjak kondisinya rusak sudah mulai jarang dilalui apalagi kendaraan pendek, “ pungkas Gusti Kade Wiadnyana. [BT]

Komentar