[Opini] Yuk! Kembangkan Pertanian dengan Kearifan Lokal

Photo Credit: Arak Sidemen

BaliTerkini. com - Bali merupakan tujuan wisata terbaik dunia berdasarkan salah satu situs wisata terbesar dunia yaitu Tripadvisor. Bali memiliki alam, budaya yang sangat menakjubkan dan masyarakatnya yang ramah dimana tidak dapat ditemui di tempat lain. Sebagai masyarakat bali kita sangat bangga sebagai penduduk asli Bali.

Namun seiring perkembangan jaman dan gaya hidup. masyarakat Bali sudah mulai berubah, profesi petani tidak lagi diminati, tidak ada lagi kita jumpai remaja mencari rumput ke sawah, atau membantu orang tua menggarap sawah. Banyak kita lihat lahan persawahan ditumbuhi rumput liar tidak terpelihara. Anak muda bali lebih memilih terjun ke sektor pariwisata sebagai buruh atau pergi ke Kapal Pesiar. Padahal jika serius dalam bertani, penghasilan petani jauh lebih besar dibandingakan bekerja sebagai buruh hotel yang mengandalkan musim tamu dan barus menyewa rumah. Kita menyadari bekerja sebagai buruh akan terikat dengan aturan yang menyulitkan dalam menyame braya. Namun petani selalu memiliki waktu untuk ngayah. Sebenarnya petanilah pelestari alam dan budaya Bali sejati.

Sama halnya dengan petani Arak. Saat ini petani Arak di Sidemen termuda berumur 35 tahun dan tidak ada lagi generasi baru. Padahal petani arak memiliki penghasilan yang cukup. Namun anak muda Sidemen lebih memilih merantau.

Suatu saat nanti setelah sektor pariwisata sesak dengan pencari kerja. Maka mau tidak mau petani adalah tempat untuk mencari nafkah.

Petani adalah pelestari budaya Bali jadi jangan malu jika orang tua petani, selalu pelajari bagaimana orang tua kita bekerja sebagai petani. Dan dimanapun kita bertemu petani selalu hargai mereka. Walaupun lugu warna kulitnya gelap dan tubuhnya kurus karna melawan triknya matahari disawah tapi percayalah karna mereka Bali terkenal seperti sekarang. [BT.com/ Sumber: Arak Sidemen]

Komentar