Bak Serpihan Surga, Inilah 10 Foto Menarik di Manarola

baliterkini.com

La Spezia (Italia), BaliTerkini.com - Manarola adalah desa tertua di kota-kota di Cinque Terre, bukti ini atas ditemukannya batu landasan gereja, San Lorenzo, yang berasal dari tahun 1338.

Dialek lokalnya adalah bahasa Manarol, yang sedikit berbeda dari dialek-dialek di daerah terdekat. Nama "Manarola" merupakan evolusi dialektis dari bahasa Latin, "magna rota".

Dalam dialek Manarol ini diubah menjadi "magna roea" yang berarti "roda besar", mengacu pada roda pabrik di desa tersebut.

Mata pencaharian utama penduduk Manarola adalah nelayan dan membuat anggur. Anggur lokal, yang disebut Sciacchetrà, sangat terkenal; referensi dari tulisan-tulisan Romawi menyebutkan anggur berkualitas tinggi yang diproduksi di wilayah tersebut.

Manarola dan kota-kota tetangganya telah menjadi tujuan wisata populer, terutama di bulan-bulan musim panas. Tempat-tempat wisata di wilayah ini termasuk jalur jalan kaki yang terkenal antara Manarola dan Riomaggiore (Via dell'Amore, atau "Jejak Cinta") dan jalur hiking di perbukitan dan kebun-kebun anggur di atas pedesaan.

Manarola adalah salah satu dari lima desa di Cinque Terre. Sebagian besar tampilan rumahnya berwarna cerah nan cantik. Manarola pernah diabadikan dalam sebuah lukisan oleh Antonio Discovolo (1874–1956).

BaliTerkini.com dalam kesempatan musim panas 2019 tepatnya 7 Agustus ini, di kedua kalinya memperoleh kesempatan menyambangi kembali kawasan Cinque Terre. Destinasi kedua setelah tetangganya Riomaggiori yang dijangkau menggunakan kereta dari arah Terminal La Spezia dengan waktu tempuh 25 menit.

Harga tiket kereta untuk pulang pergi seharga 8 Euro, loket tiket ditemukan sangat gampang di wilayah terminal, salah satu di loket khusus penjual rokok. Tiket seharga itu hanya boleh mengunjungi satu destinasi saja, baik itu ke Riomaggiori, Corniglia, Vernazza, atau Monterosso. [BT.com]

Komentar