Edi Ramdani, Manfaatkan Waktu Luang Membuat Miniatur Jukung

Eka Juni Artawan/ Baliterkini.com

Jembrana, BaliTerkini.com - Di tangan kreatif Edi Ramdani, pohon waru atau dadap laut (Hibiscus tiliaceus) yang dikenal sebagai pohon peneduh bisa diubah menjadi benda unik bernilai estetika tinggi. Adapun benda yang bisa dibuat dari kayu ini adalah dengan membuat kerajinan tangan berupa miniatur Jukung atau perahu tradisional.
 
Untuk membuat miniatur Jukung dibutuhkan keahlian khusus agar hasil kerajinan yang dibuat benar-benar mirip dengan aslinya. Hal inilah yang digeluti oleh bapak satu anak ini, sehingga serius menekuni kerajinan Jukung disela- sela kesehariannya sebagai seorang nelayan.
 
Waktu luang sebagai seorang nelayan, dimanfaatkannya sebagai salah satu upaya untuk menopang biaya hidup guna memenuhi kebutuhan sehari- hari. Belum lagi aktifitas nelayan yang belakangan ini dihadapkan dengan situasi cuaca yang memburuk. Keahlian yang didapatkan secara otodidak kemudian menjadi inspirasi untuk kemudian menciptakan Jukung tanpa mesin dalam ukuran mini.
 
Dari tangan pria asal desa Pulukan ini, hasil kerajinannya bisa tembus ke tangan pembeli yang notabene berasal dari kawasan pariwisata seperti Ubud dan Pantai Pulukan, “ Penggarapan Jukung harus dengan perasaan sehingga bisa terwujud kerajinan yang benar- benar menarik dan bernilai ekonomi, sehingga bisa mencukupi untuk kebutuhan keluarga”, ujarnya di kediamannya Kampung Lodji, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
 
 
Dari rumah sederhana ini, Anda bisa melihat beberapa hasil kerajinan yang sudah dipesan. Jika memang dibutuhkan, dirinya bisa menyesuaikan bentuk sesuai keinginan pembeli. Supaya hasil kerajinannya tambah cantik, dirinya kemudian menambah warna yang menarik dan kemudian yang terakhir dilengkapi bagian lain seperti bagian layar, tali dan juga tiang layar.
 
Harga yang ditawarkan dari bentuk kreativitas seorang tangan nelayan ini mulai dari Rp 150.000 sampai  Rp 500. 000, semua bergantung ukuran dan tingkat kerumitan. “ Untuk ukuran yang besar ada sedikit penggarapan yang agak rumit, yakni harus melubangi bagian dalam Jukung sehingga benar- benar mirip sesuai aslinya, “ imbuh Edi.
 
Edi Ramdani, merupakan satu dari sekian masyarakat Kampung Lodji yang tinggal dan melakukan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya wilayah pesisir dan lautan. Masyarakat di kawasan pesisir ini sebagian besar berprofesi sebagai nelayan yang diperoleh secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Laut dari ujung Tabanan sampai Jembrana telah diarunginya. [BTcom]

Komentar