Astra Green Run Bali 2016, Ajak Masyarakat Sehat dan Cinta Lingkungan

Istimewa

Denpasar, Baliterkini.com - Pelari dari 17 negara ramaikan Astra Green Run (AGR) Bali 2016. Setelah melaksanakan Bali Green Run tahun lalu, pada tahun 2016 ini Grup Astra Bali kembali mengadakan Astra Green Run (AGR) Bali bertemakan lingkungan dengan kategori jarak 6K dan 13K. Kali ini, AGR diikuti oleh 750 orang pelari yang berasal dari 17 negara yaitu, Australia, Austria, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Hungaria, Indonesia, Jepang, Kenya, Belanda, Filipina, Rusia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat dan Vietnam.

AGR Bali diadakan pada hari Minggu, 2 Oktober 2016 di Elephant Safari Park & Lodge Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Bali. Lomba lari ini dimulai dan berakhir di Taman Lembu Putih. Tidak seperti lomba lari pada umumnya, para peserta AGR Bali melintasi rute yang tidak biasa. Mereka akan melewati trek yang naik turun, mulai dari kontur aspal, jalan tanah hingga kerikil berpasir untuk menciptakan suasana seru dan menantang secara bersamaan. Yang lebih menarik lagi, Astra mengajak seluruh pelari untuk mencintai lingkungan, dengan cara setiap satu pelari mewakili satu pohon yang akan ditanam Astra.

Para peserta lari akan dilepas oleh Kepala BLH Provinsi Bali, Drs. Gede Suarjana Msi, Tokoh Masyarakat perwakilan dari Puri Ubud, Tjok Gde Raka Sukawati, Tjok Gde Putra Sukawati dan Tjok Gde Oka Sukawati, Kajasdam IX Udayana Kolonel Inf Bambang Siswanto dan Head of Environment and Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah. Dalam acara media gathering AGR Bali 2016 yang diadakan hari ini (30/9) di Auto2000 Sanur, Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman mengatakan, “Astra Green Run Bali bertujuan mengajak para pelari lebih mencintai lingkungan sekaligus

melestarikan budaya Bali. Kami berharap AGR dapat membawa pengaruh positif kepada masyarakat Bali pada umumnya, dan masyarakat Desa Taro pada khususnya.”

AGR Bali mengusung nilai “Tri Hita Karana”, yaitu lari dengan mengutamakan alam yang diciptakan oleh Tuhan sebagai pemilik alam semesta. Manusia adalah pelari yang memiliki pemikiran tentang kelestarian lingkungan, sehingga menjaga keberadaan flora dan fauna. Ada lebih dari 200 marshals, petugas medis, tim keamanan dan kru lomba yang akan memastikan setiap peserta mendapatkan pengalaman lari yang nyaman dan aman.

Taman Lembu Putih dan Elephant Safari Park & Lodge

Seusai menuntaskan perlombaan lari, para pelari akan menikmati rangkaian acara hiburan di race central, yang berlokasi di Taman Lembu Putih. Tidak hanya itu, para pelari juga mendapatkan tiket gratis untuk masuk ke Elephant Safari Park & Lodge dan diskon 50% berlaku untuk satu anggota keluarga.

Astra berharap AGR Bali dapat membawa pengaruh positif kepada penduduk Desa Taro terutama untuk pariwisata dan lingkungan. Salah satu hal positifnya adalah, Lembu Putih sebagai tempat start dan finish Bali Green Run 2016 telah diresmikan oleh Gubernur Bali sebagai Kawasan Desa Ekowisata pada hari Lingkungan Hidup sedunia tanggal 5 Juni lalu.

Sekilas Desa Taro

Sebagai salah satu desa yang berdiri cukup awal di Bali, Desa Taro memiliki beberapa peninggalan bersejarah, salah satunya adalah Pura Gunung Raung. Baik peserta lari 6K maupun 13K akan melewati pura ini. Mereka bisa menikmati titik-titik hiburan persembahan Desa Taro, Pakuseba dan Puakan. Tentunya ini memberikan pengalaman baru yang menarik bagi para peserta Astra Green Run Bali 2016.

Tentang Hutan Desa Adat Puakan

Hutan yang terletak di Desa Adat Puakan ini merupakan hutan binaan PT Astra Honda Motor dan Astra Motor Denpasar sejak tahun 2012, atau tepat pada HUT Astra 55 tahun. Hutan ini merupakan bagian dari keseluruhan hutan adat di Desa Pekraman Puakan yang secara keseluruhan memiliki luas 67 hektare.

Selain penghijauan yang telah dilakukan, Astra berharap ke depan hutan ini bisa mendukung program ekowisata yang akan dikelola oleh Banjar Puakan yang terintregrasi dengan kegiatan UKM, yaitu budidaya pertanian dan perkebunan. Saat ini program yang sudah berjalan adalah budidaya jamur. Selain program budidaya tanaman, di hutan ini juga sudah dibuka jalur sepeda untuk mengelilingi hutan, sehingga sudah banyak masyarakat yang berolahraga sepeda di sini.

Astra sudah menanam lebih dari 1.500 pohon di hutan ini. Ada cempaka putih dan kuning, mahoni, majegau, nangka, sawo kecik, juwet, kelapa gading, kelapa bulan dan kelapa hijau. Selain itu, ada juga pohon sawo, nangka, manggis dan durian.

Selain Bali, Astra juga secara keseluruhan telah menanam 3.567.237 pohon yang tersebar di beberapa hutan dan area binaan Astra di Indonesia. Pada prinsipnya di mana pun instalasi Astra berada, harus dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi perusahaan Catur Dharma Astra, yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. [BTcom / Release]

Komentar