Tradisi Melelet di Pawiwahan Agung Puri Gianyar

Warta Bali

Gianyar, Baliterkini.com - Suasana Puri Agung Gianyar Rabu (27/1) tampak berbeda dari hari biasanya. Sejumlah kerabat puri berpakaian adat tampak sibuk mempersiapkan sarana upacara serangkaian pernikahan Anak Agung Ngurah Agung (28), salah seorang keponakan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata.

Ya, hari itu akan dilaksanakan upacara pengambilan mempelai perempuan Anak Agung Istri Vera Krisna Dewi(26) di Puri Abianbase, Gianyar. Lantas, seperti apa prosesi pengambilan yang diawali dengan tradisi melelet ini?

SEKITAR pukul 10.00, rombongan mempelai pria yang akan menjemput sang istri diarak dengan sebuah kereta berbentuk rumah yang disebut joli. Selanjutnya, iring-iringan rombongan yang diawali dengan gambelan gendang belek, barisan peed gadis dan pemuda yang membawa payung langsung menuju Puri Abianbase dengan berjalan kaki sekitar 500 meter.

Di sepanjang jalan, iring-iringan ini menjadi tontonan warga karena memang prosesi ini jarang digelar. Hingga sekitar 10 menit, rombongan tiba di Puri Abianbase dan disambut kerabat mempelai perempuan.

 
Sebelum memasuki areal puri, mempelai pria digayot (diusung) dan dihaturkan banten segehan. Sementara, mempelai perempuan yang sejak Selasa (26/1) masekeb di gedong puri, tetap belum diperkenankan ke luar. Setelah dilakukan pembicaraan dan diupacarai seorang pendeta, mempelai perempuan akhirnya ke luar untuk selanjutnya diboyong ke Puri Agung Gianyar. [BT/FACEBOOK WARTA BALI]

Komentar