160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Krisis BBM Tak Hentikan Langkah Dokter Anak, Jalan Kaki 7 Kilometer Demi Pasien di RSUD Karangasem

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Karangasem, Bali Terkini- Ketika antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, dampak krisis BBM di Bali mulai terasa hingga ke ruang pelayanan kesehatan.

Advertisement

Namun, kondisi tersebut tak membuat pelayanan kepada pasien berhenti.

Di tengah keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), seorang dokter spesialis anak di RSUD Karangasem, dr. Ni Wayan Kurnia Wati, M.Biomed., Sp.A memilih cara yang tidak biasa.

Demi memastikan pasien yang membutuhkan penanganan tetap mendapat pelayanan, ia rela meninggalkan kendaraan dan berjalan kaki menuju rumah sakit.

Jarak yang ditempuh bukan sekadar beberapa ratus meter.

Ni Wayan Kurnia harus berjalan sekitar tujuh kilometer dari rumahnya di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, menuju RSUD Karangasem.

“Tadi saya jalan kaki ke rumah sakit sekitar 40 menit,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026).

Langkah demi langkah ditempuh agar tetap bisa menjalankan tugasnya melakukan visite pasien.

Advertisement

Situasi krisis BBM membuat mobilitas masyarakat di Karangasem ikut terdampak. Kendaraan harus mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar, sementara ketersediaannya tidak selalu mudah diperoleh.

Di tengah kondisi itu, kebutuhan pelayanan medis tidak mengenal jeda.

Pasien di rumah sakit tetap membutuhkan dokter. Ruang perawatan tetap harus dipantau. Kondisi pasien, khususnya anak-anak, tetap harus diperiksa secara berkala.

Pilihan berjalan kaki akhirnya menjadi jalan yang ditempuh sang dokter.

Bagi sebagian orang, tujuh kilometer mungkin terasa sebagai perjalanan yang melelahkan. Namun bagi dokter tersebut, jarak itu harus dilalui agar kewajibannya kepada pasien tetap terlaksana.

Kisah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana krisis BBM mulai memengaruhi aktivitas tenaga kesehatan di lapangan.

Di satu sisi, masyarakat berhadapan dengan persoalan antrean dan keterbatasan bahan bakar. Di sisi lain, tenaga medis tetap dituntut hadir ketika pasien membutuhkan pelayanan.

Dalam kondisi seperti ini, pelayanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang tidak bisa ikut berhenti hanya karena persoalan mobilitas.

Perjalanan tujuh kilometer sang dokter menjadi gambaran sederhana, di balik krisis BBM, ada tenaga kesehatan yang tetap berusaha memastikan pasien tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pelayanan.

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT