


Karangasem, Bali Terkini- Perjuangan I Gede Selamet melawan luka bakar parah akhirnya berakhir. Pemuda asal Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, itu meninggal dunia setelah berhari-hari menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.

Selamet dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 08.30 Wita. Ia sebelumnya menjadi korban pembakaran yang diduga dilakukan bosnya sendiri, I Putu CP (37).
Kabar duka tersebut dibenarkan Perbekel Desa Muncan, I Wayan Tunas. Informasi mengenai meninggalnya Selamet diterima pemerintah desa dari pihak keluarga.
“Gih benar, saya baru saja dapat kabar dari keluarganya, Gede Selamet telah meninggal dunia,” kata Tunas, Jumat.
Selamet mengalami luka bakar mencapai 68 persen pada tubuhnya dalam insiden yang bermula dari persoalan setoran truk. Kondisinya yang kritis membuat korban harus menjalani perawatan intensif serta sejumlah tindakan medis dan operasi di RSUP Prof. Ngoerah.
Selama menjalani perawatan, keluarga Selamet tidak hanya menghadapi kondisi korban yang terus membutuhkan penanganan medis, tetapi juga persoalan biaya pengobatan yang tidak sedikit.
Uluran tangan pun berdatangan. Bantuan dihimpun melalui keluarga, pemerintah desa, rekan-rekan Selamet hingga masyarakat yang bersimpati terhadap kondisi pemuda tersebut.
Dukungan juga datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Orang nomor dua di Indonesia itu memberikan bantuan sebesar Rp25 juta untuk membantu meringankan biaya pengobatan Selamet.

Namun, setelah menjalani perawatan intensif dan beberapa kali operasi, kondisi Selamet akhirnya tidak tertolong.
Kepergian Selamet meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Pemuda yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung keluarga tersebut harus mengakhiri perjuangannya di tengah upaya medis yang telah dilakukan.
Untuk sementara, jenazah Selamet akan dititipkan di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar. Pihak keluarga berencana membawa jenazah pulang ke rumah duka setelah pelaksanaan piodalan Purnama Sasih Kapat di Desa Muncan pada Sabtu (26/9/2026).
“Jenazah akan pulang ke rumah duka setelah Purnama (Kapat), karena masih ada piodalan di Desa Muncan,” jelas Tunas. (*)
