


Bangli, Bali Terkini – Setwan Bangli mulai menggeber transformasi digital untuk memangkas birokrasi dan menekan biaya administrasi kedewanan. Sistem E-Meeting dan E-Risalah dibidik menjadi senjata baru untuk mengurangi ketergantungan pada dokumen kertas sekaligus mempercepat pekerjaan administrasi DPRD.

Untuk mengejar penerapan sistem tersebut, Setwan Bangli menyerap praktik digitalisasi dari Setwan Kota Surabaya dan Setwan Kota Malang, Jawa Timur. Kunjungan kerja dipimpin Sekwan Bangli I Nyoman Dacin dan berlangsung 21-24 September 2026.
Baca Lainnya : APBD Perubahan 2026 Ketok Palu, Banggar : Bangli Tak Bisa Lagi Boros
Di Surabaya, rombongan mendalami E-Meeting yang mengintegrasikan undangan rapat, distribusi materi hingga absensi secara digital. Sedangkan di Malang, fokus diarahkan pada E-Risalah, sistem digital berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengolah rekaman rapat menjadi risalah tertulis secara lebih cepat.
Dacin menegaskan, kunker tersebut bukan sekadar studi banding, tetapi untuk mencari pola penerapan teknologi yang bisa langsung diadaptasi di Bangli. “Kami melakukan studi komparasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih digital, transparan dan efisien,” ujar Dacin, Rabu (23/9/2026).
Baca Lainnya : Videotron Penelokan Berujung Polemik, Dewan Bangli Ingatkan Jangan Bikin Investor Lokal Kapok
Menurutnya, digitalisasi akan berdampak langsung terhadap efisiensi pekerjaan Setwan. Selain memangkas proses administrasi, penggunaan sistem elektronik juga berpotensi menekan kebutuhan biaya pencetakan dokumen.
Hasil kunker tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam roadmap digitalisasi pelayanan Setwan Bangli. E-Meeting dan E-Risalah ditargetkan dapat segera diterapkan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi daerah. “Harapannya, E-Meeting dan E-Risalah segera bisa diterapkan sehingga memberi dampak nyata terhadap pelaksanaan tugas-tugas kami,” tegas Dacin. (***)

