160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Advertisement

Safari Kesehatan untuk Sulinggih di Buleleng, Dokter Caput Ingatkan Pentingnya Menjaga Pikiran

Safari Kesehatan – Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng bersama Yayasan Merak Kendi Bali menggelar Safari Kesehatan gratis bagi Sulinggih, Pinandita, Serati, dan masyarakat umum di Griya Agung Denbukit Manuaba, Sabtu (8/8/2026).
Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Singaraja, Bali Terkini – Menjaga kesehatan tak selalu harus menunggu tubuh jatuh sakit. Bagi Ketua Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG, menjaga pikiran tetap sehat justru menjadi salah satu kunci utama agar tubuh tetap sehat.

Advertisement

 

Pesan itu disampaikan Putra Sedana saat Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng bersama Yayasan Merak Kendi Bali menggelar Safari Kesehatan gratis di Griya Agung Denbukit Manuaba, Sabtu (8/8/2026). Layanan kesehatan ini menyasar para Sulinggih, Pinandita, Serati, serta masyarakat umum di sekitar lokasi.

 

Kegiatan ini merupakan agenda rutin Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng yang digelar setiap bulan. Kali ini, kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-2 Yayasan Merak Kendi Bali.

 

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa dr. Caput ini mengatakan, perhatian terhadap kesehatan para Sulinggih dan Pinandita menjadi salah satu fokus kegiatan. Terlebih, sebagian di antara mereka telah lanjut usia sehingga kondisi kesehatan perlu terus dijaga agar tetap dapat menjalankan swadharma bagi umat.

 

Advertisement

“Harapannya beliau-beliau yang sudah lingsir, yang sudah tua, Sulinggih-Sulinggih kita bisa sehat. Dengan sehat, tetap bisa bermanfaat untuk menjalankan swadharma untuk kita semua,” ujarnya.

 

Baca juga: WHDI Badung Berikan Tali Kasih untuk Sulinggih : Sebagai Sujud Bhakti dan Sradha Bhakti Kami

 

Menurut dr. Caput, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Pikiran juga memiliki peran besar terhadap kondisi tubuh seseorang. Ia bahkan menyebut setiap orang pada dasarnya memiliki “dokter” terbaik dalam dirinya sendiri.

 

“Dokter yang terhebat itu diri kita sendiri. Sebenarnya penyakit apa pun yang ada, sumbernya adalah dari dalam diri kita. Begitupun juga obat yang paling hebat ada dalam diri kita sendiri,” katanya.

 

dr. Caput menjelaskan, seseorang yang mampu mengendalikan pikiran dengan baik dan mengarahkan pada hal-hal positif, akan lebih mampu menjaga kesehatan diri. Sebab menurutnya, yang dipikirkan seseorang dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi tubuh. Karena itu, menjaga kesehatan juga perlu dimulai dari cara seseorang berpikir.

 

“Konsep pikiran, apa yang dipikirkan maka tubuh akan mewujudkan. Jadi dasarnya sekali, mulailah berpikir sehat untuk kita bisa sehat,” imbuh pria yang juga Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Kabupaten Buleleng ini.

 

Safari kesehatan menjadi salah satu bentuk kepedulian Puskor Hindu Indonesia Dekorda Buleleng terhadap para tokoh keagamaan Hindu. Pelayanan juga diberikan kepada masyarakat umum di sekitar Griya Agung Denbukit Manuaba.

 

Ketua Yayasan Merak Kendi Bali, Nengah Sudiarta, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian yayasan kepada umat. Menurutnya, pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui sumbangan materi, tetapi juga bisa diwujudkan melalui pengetahuan dan tenaga yang dimiliki. “Kita sumbangkan pemikiran dan tenaga yang kita miliki,” ungkapnya.

 

Menurut Sudiarta, semangat tersebut merupakan bagian dari pengabdian dalam Panca Maha Yadnya. Karena itu, ia mengajak pengurus dan anggota yayasan untuk bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan sosial.

 

Baca juga: Klinik Operasi Plastik Terkemuka Dunia Resmi Beroperasi di KEK Kesehatan Sanur

 

Safari Kesehatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-2 Yayasan Merak Kendi Bali. Sebelumnya, yayasan telah melaksanakan upacara Manusa Yadnya berupa Metatah, Bayuh Oton, dan Mewinten secara massal di Wantilan Eks Pelabuhan Buleleng pada 25 Juli 2026.

 

Kemudian pada 1 Agustus 2026, pengurus dan anggota yayasan melaksanakan upacara Mejaya-jaya untuk keselamatan dan kerahayuan yayasan.

 

Sudiarta mengatakan, pelayanan kesehatan kepada Sulinggih dan Pinandita menjadi momentum untuk menyentuh sisi pengabdian yang selama ini masih jarang dilakukan.

 

“Kita sudah Manusa Yadnya, Pitra Yadnya sudah. Namun Rsi Yadnya jarang kita tersentuh. Maka momen ini yang kami sampaikan kepada Puskor Indonesia ini untuk melayani Ida Sulinggih dan Pinandita hingga Serati banten yang ada di Buleleng,” jelasnya.

 

Ia mengatakan Yayasan Merak Kendi Bali kemudian memilih bekerja sama dengan Puskor Hindu Indonesia Dekorda Buleleng karena organisasi tersebut memiliki jaringan di berbagai daerah di Indonesia dan memiliki koordinasi di Kabupaten Buleleng.

 

Kolaborasi tersebut mendapat apresiasi dari Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Teguh Priyanjana. Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan Yayasan Merak Kendi Bali sejalan dengan program pembinaan umat, khususnya dalam menjaga kesehatan fisik maupun pikiran.

 

Teguh mengatakan kesehatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga kondisi pikiran. Karena itu, pengendalian diri perlu terus dilatih, salah satunya melalui pengaturan napas untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

“Harapan kami, edukasi tentang pengendalian diri dikemas dengan cara yang lebih inovatif sehingga lebih mudah dipahami anak-anak dan generasi muda,” pungkasnya.

 

Deskripsi gambar
Judul atau caption gambar (opsional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT