Peringatan Keras bagi Penjual Beras! Nekat Menjual Melebihi HET Siap-siap Ditutup Oleh Satgas Pangan

Bagikan

Denpasar, Bali Terkini – Guna mengantisipasi peredaran beras oplosan serta harga jual yang melampaui harga eceran tertinggi (HET) Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Bali menggelar sidak ke sejumlah lokasi. Diantaranya pasar Badung dan Kreneng, super market modern Grand Lucky dan Bintang, serta distributor beras yang ada di Kota Denpasar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bali Kombes Pol Teguh Widodo selaku Koordinator Satgas Pangan Propinsi Bali menyebut operasi pengendalian harga beras di wilayah hukum Bali secara resmi dimulai hari ini, Rabu (22/10).

Dari temuan di lapangan ada beberapa harga beras premium dan medium yang masih dijual melebihi HET. Beras premium yang seharusnya dijual Rp 14.900/kg dijual Rp 16.000/kg dan beras medium dijual Rp 15.000/kg dari HET Rp 13.500/kg.

Terhadap temuan itu Koordinator Satgas Pangan mengancam akan menindak tegas pedagang yang tetap membandel menjual di atas HET meski sudah diberi peringatan.

“Sementara kita kasih sosialisasi dulu selama 1 pekan kepada para distributor dan pedagang. Kalau nanti tidak diindahkan kita berikan teguran dan kalau masih membandel dan tidak patuh kami dari Satgas akan melakukan tindakan tegas yaitu pencabutan izin usaha,” ujar Teguh.

Teguh juga menyoroti harga jual yang ada di tingkat distributor yang sudah sesuai dengan HET. Menurutnya, jika distributor sudah membandrol sesuai HET, di tingkat pengecer dipastikan akan menjual melebihi HET.

Selain harga yang harus stabil sesuai HET Satgas juga mengawasi agar mutu beras dan label kemasan juga bagus.

“Kami mengimbau para pedagang maupun distributor beras di Wilkum Bali, jangan ada yang main-main dengan harga pangan kususnya beras, mari bersama kita jaga kesetabilan harga beras agar sesuai dengan HET,” tegas Teguh.


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *